CEDERA SEL DAN KEMATIAN SEL

Posted by ReTRo on Wednesday, April 28, 2010

Dr. Suparyanto, M.Kes

CEDERA DAN KEMATIAN SEL

Organisasi Selluler
  • Sel merupakan struktur terkecil organisme yang dapat mengatur aktivitas kehidupan sendiri
  • Sel terdiri: membran plasma, sitoplasma, nukleus dan nukleoplasma
  • Didalam sitoplasma terdapat organel dengan fungsi spesifik

Fungsi Organel
  • Membran plasma: memberi bentuk sel, melekatkan sel pada sel lain.
  • Fungsi membran plasma sebagai:
  • Pintu gerbang transport selektif makanan dan produk buangan ke dalam dan ke luar sel
  • Membangkitkan potensial membran
  • Bekerja sebagai saluran komunikasi untuk kontrol sinyal dari sekitar tubuh

  • Nukleus mengandung genom DNA, yang mengkode (memberi perintah) untuk sintesa protein
  • Retikulum endoplastik dan Aparatus Golgi bersama sama mensintesa protein dibawah kontrol RNA didalam ribosom, menurut perintah DNA
  • Mitokondria tempat metabolisme sel, merubah makanan menjadi ATP
  • Lisosom tempat sintesa enzim pencernakan

Cara Cedera Sel
  • Kekurangan oksigen (hipoksia)
  • Kekurangan zat makanan penting
  • Agent fisik (trauma, panas, dingin, radiasi, listrik)
  • Agent kimia dan obat-obatan
  • Agent (biologi) infektius
  • Reaksi imunologik
  • Kelainan genetik

Sel yang Cedera
  • Efek pertama sel yang cedera adalah: lesi biokimia → yaitu perubahan reaksi kimia / metabolik didalam sel
  • Kerusakan biokimia dapat menyebabkan gangguan fungsi sel (fisiologi)
  • Kelainan biokimia dan fungsional dapat menyebabkan perubahan morfologik (anatomi)

  • Serangan pada sel tidak selalu mengakibatkan gangguan fungsi, umumnya ada mekanisme adaptasi seluler terhadap stimulus
  • Misal otot yang mendapat tekanan → adaptasinya hipertropi (misal pada hipertensi → pembesaran jantung)
  • Perubahan pada sel yang mengalami cedera awalnya biokimia → fungsional (fisiologi) → morfologik (lesi)

Perubahan Morfologik Sel Cedera Subletal
  • Jika sel diserang tetapi tidak mati (sub letal) → sering terjadi perubahan morfologik yang reversibel
  • Jika stimulus hilang sel dapat kembali sehat, jika stimulus tidak hilang sel akan mati
  • Perubahan subletal pada sel secara alami disebut: degeneratif

Kematian Selluler
  • Jika pengaruh buruk pada sel hebat dan berlangsung lama → sel tidak mampu lagi beradaptasi → proses ireversibel → kematian sel (nekrosis)
  • Nekrosis adalah kematian sel ireversibel yang terjadi ketika sel cedera berat dalam waktu lama dimana sel tidak mampu beradaptasi lagi atau memperbaiki dirinya sendiri (hemostasis)

Inti sel yang mengalami penghancuran progresif urutanya adalah:
  • Piknosis → inti sel menyusut, batas tidak teratur, berwarna gelap (inti piknotik)
  • Karioreksis → inti hancur, membentuk fragmen kromatin yang menyebar (inti kariorektik)
  • Kariolisis → inti tidak dapat diwarnai, dan inti hilang

Macam Nekrosis
  • Nekrosis koagulatif: sel nekrotik bentuknya tetap, akibat sel litik dihambat kondisi lokal → pada jantung, ginjal, limpa
  • Nekrosis liquefaktif: sel nekrosik mengalami pencairan akibat kerja enzim → pada otak dan medulla spinalis
  • Nekrosis kaseosa: sel nekrotik hancur, tetapi pecahanya tetap berada disekitarnya → pada paru

  • Gangren: nekrosis koagulatif akibat kekurangan aliran darah dan disertai tumbuhnya bakteri safrofit yang berlebihan (gangren kering pada tungkai, gangren basah pada usus)
  • Nekrosis lemak enzimatis (pankreatik) → nekrosis terjadi akibat enzim pankreas mengalir diluar duktus → pada pankreas

Indikator Nekrosis
  • Hilangnya fungsi organ
  • Peradangan disekitar nekrosis
  • Demam
  • Malaise
  • Lekositosis
  • Peningkatan enzim serum

Kematian Somatik
Kriteria kematian somatik adalah:
  • Terhentinya fungsi sirkulasi secara ireversibel (denyut jantung),
  • Terhentinya fungsi pernafasan dan
  • Terhentinya fungsi otak (tidak ada reflek batang otak)
  • Perubahan post mortem: rigor mortis (kekakuan) → livor mortis (warna ungu kebiruan) → algor mortis (pendinginan), → autolisis (pencairan)

Peradangan
  • Peradangan atau inflamasi adalah reaksi lokal pada vaskuler dan unsur unsur pendukung jaringan terhadap cedera yang mengakibatkan pembentukan eksudat kaya protein
  • Peradangan merupakan respon protektif sistem imune non spesifik yang bekerja untuk melokalisasi, menetralisir atau menghancurkan agent pencedera dalam persiapan untuk proses penyembuhan

Tanda Peradangan
  • Rubor (kemerahan) → akibat hiperemia atau kongesti
  • Kalor (panas) → akibat lebih banyak darah
  • Dolor (nyeri) → akibat perubahan pH, kadar ion, toksin yang merangsang saraf, juga pembengkakan
  • Tumor (pembengkakan) → kumpulan darah dan cairan → eksudat
  • Fungsio lesa (hilangnya fungsi) → bengkak, nyeri dan perubahan lingkungan

Aspek Cairan pada peradangan
  • Eksudasi: aliran cairan yang cepat melalui dinding pembuluh darah ke jaringan yang mengalami peradangan.
  • Sistem limfatik membuang segala kelebihan cairan yang tersisa didalam ruang interstitial

Aspek Seluler pada peradangan
  • Marginasi (pavementing): akibat aliran darah lambat dan viskositas yang tinggi, leukosit bergerak kebagian perifer dari arus (menempel pada dinding vaskuler)
  • Emigrasi atau diapedesis: gerak leukosit keluar dari pembuluh darah melewati celah antara dua endotel, dengan pseudopodia
  • Kemotaksis: gerakan leukosit menuju sasaran karena “sinyal” kimia

Media Peradangan
  • Sel yang terlibat dalam proses peradangan adalah: leukosit fagositik (neutrofil atau PMN, makrofag atau eosinofil) trombosit dan limfosit
  • Keluarnya sel dari pembuluh darah: neutrofil (PMN) mendominasi pada awal pembentukan eksudat, kemudian didominasi sel makrofag (monosit)
  • Limfosit dan sel plasma → ditemukan dalam peradangan kronis

Respon peradangan dibawah kendali mediator peradangan:
  • Histamin: meningkatkan permiabilitas vaskuler
  • Faktor Hageman (dalam plasma):
  • Memulai mekanisme koagulasi instrinsik yang menimbulkan bekuan darah fibrin
  • Mengaktifasi sistem fibrinolisin → mencairkan bekuan darah
  • Mengaktivasi sistem kalikrein-kinin → menyebabkan pelepasan bradikinin (vasodilasi dan peningkatan permiabilitas)

  • Komponen sistem komplemen → sebagai agen kemotaktik, opsonin (meningkatkan fagositosis), anafilatoksin (pelepasan histamin → meningkatkan permiabilitas vaskuler)
  • Mediator kimia asam arakhidonat: prostaglandin, tromboksan, leukotrien

Pola Peradangan
  • Peradangan akut: fase eksudasi aktif
  • Peradangan subakut: ada bukti awal perbaikan disertai eksudasi
  • Peradangan kronis: ada bukti perbaikan yang sudah lanjut disertai eksudasi
  • Eksudat serosa: eksudat non seluler (protein)
  • Transudat: pengumpulan cairan bukan karena radang

  • Eksudat Fibrinosa: eksudat non seluler yang banyak fibrinogen
  • Eksudat Musinosa atau kataral: eksudat non seluler bukan dari aliran darah (ingus)
  • Eksudat seluler: PMN
  • Pus: PMN (hidup dan mati, hancur), jaringan yang mencair dan tercerna, cairan eksudat dan bakteri penyebab.

  • Abses: supurasi lokal dalam jaringan padat (lubang berisi nanah), merupakan lesi yang sulit diatasi oleh tubuh, terus membesar dengan pencairan jaringan dan berusaha membentuk lubang
  • Pada abses obat tidak dapat menembus dinding → perlu eksisi
  • Abses pada paru → lubang menembus pleura → emfiema

  • Sinus: saluran yang menghubungkan abses dengan permukaan
  • Fistula: saluran abnormal yang menghubungkan dua organ atau lumen organ berongga dan permukaan tubuh
  • Furunkel (bisul): peradangan supuratif di folikel rambut
  • Karbunkel: peradangan supuratif subkutan
  • Flegmonus atau selulitis: peradangan supuratif yang meluas secara difus melalui jaringan

Penyembuhan Luka
  • Resolusi: proses penyembuhan normal yaitu jaringan diperbaiki dengan sel jenis yang sama (regenerasi) atau penggantian jaringan parut atau keduanya
  • Penyembuhan primer: penyembuhan dengan jaringan parut minimal, biasanya pada luka insisi bedah (tepi rata)
  • Penyembuhan sekunder: penyembuhan dengan banyak jaringan parut, pada luka dengan tepi kasar dan bercelah

Luka insisi
  • Perdarahan, hemostasis, pembentukan bekuan-permukaan jadi kering, membentuk keropeng
  • Respon peradangan akut
  • Kontraksi tepi luka
  • Debridemen → pembersihan darah dan debris lain oleh fagosit
  • Stadium organisasi atau proliferasi, membentuk jaringan granulasi untuk mengisi luka
  • Maturasi kolagen dan kontraksi parut
  • Remodeling parut

Faktor Pemicu Penyembuhan Luka
  • Suply darah yang baik kedaerah cedera
  • Usia muda (anak-anak sembuh lebih cepat)
  • Nutrisi yang baik (protein, vit C, Zenk)
  • Pendekatan tepi luka yang baik
  • Fungsi lekosit serta respon peradangan yang normal

Penyembuhan luka terganggu:
  • Pemberian kortikosteroid → menghambat proses peradangan
  • Adanya benda asing
  • Jaringan nekrotik atau infeksi pada luka
  • Insisi dan drainase abses atau debridemen luka → mempercepat penyembuhan

Komplikasi Penyembuhan Luka
  • Proud flesh: jaringan parut yang menonjol diatas permukaan luka
  • Keloid: jaringan parut yang meluas melebihi batas luka asli
  • Kontraktur luka: jaringan parut yang mengkerut, mengganggu gerak sendi
  • Neuroma traumatik: serat saraf perifer yang bergenerasi dan terperangkap dalam jaringan parut
  • Dehiscene: terpisahnya atau terbukanya luka pembedahan
  • Eviserasi: pecahnya hingga terbukanya luka abdomen yang disertai keluarnya usus
  • Hernia insisional: menonjolnya organ atau jaringan parut pada bekas luka abdomen
More aboutCEDERA SEL DAN KEMATIAN SEL

KISI KISI SOAL FISIOLOGI S1 KEPERAWATAN 2010

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes

KISI-KISI FISIOLOGI S1 KEPERAWATAN 2010

1. Apa yang dimaksud metabolisme
2. Apa beda anabolisme dan katabolisme
3. Apa yang dimaksud glikolisis
4. Apa yang dimaksud siklus Krebs
5. Apa yang dimaksud fosforilasi oksidatif
6. Apa yang dimaksud BMR
7. Apa faktor yang mempengaruhi BMR
8. Apa beda radiasi, konveksi, konduksi dan evaporasi
9. Bagaimana cara tubuh membentuk panas badan
10. Bagaimana cara tubuh membuang panas badan
11. Apa beda CIS dan CES
12. Apa fungsi CIS dan CES
13. Apa beda serum dan plasma darah
14. Apa yang dimaksud dengan hematokrit
15. Apa perbedaan diapedesis dan fagositosis
16. Sebutkan contoh leukosit granuler dan agranuler
17. Jelaskan proses pembekuan darah
18. Apa fungsi protein darah, seperti albumin, blobulin
19. Apa kriteria penggolongan darah sistem ABO
20. Apa yang dimaksud dengan transfusi darah
21. Apa saja yang termasuk reaksi transfusi darah
22. Apa yang dimaksud dengan reseptor
23. Sebutkan reseptor pembauan, pendengaran, pengecapan, penglihatan, dan keseimbangan
24. Apa beda kemoreseptor dan mekanoseptor
25. Apa peran penciuman dan pengecapan
26. Apa yang terjadi pada pengecapan jika saraf no IX putus
27. Apa beda tuli hantar dan tuli saraf
28. Apa saja yang berfungsi menghantarkan suara di telinga
29. Apa reseptor kesimbangan dinamis dan statis
30. Organ apa saja didalam mata yang mempengaruhi proses melihat dan apa fungsinya
31. Apa resetor penglihatan
32. Apa beda mukula lutea dan fovea sentralis pada retina
33. Apa beda fungsi sel batang dan sel kerucut pada retina
34. Apa yang dimaksud akomodasi
35. Apa yang dimaksud presbiopia dan bagiamana cara mengoreksinya
36. Apa yang dimaksud miopia dan bagiamana cara mengoreksinya
37. Apa yang dimaksud hipermetropia dan bagiamana cara mengoreksinya
38. Apa yang dimaksud adaptasi terang, perlu waktu berapa
39. Apa yang dimaksud adaptasi gelap, perlu waktu berapa
40. Sebutkan macam dan fungsi reseptor yang ada di kulit
41. Apa yang dimaksud dengan sel
42. Apa yang dimaksud dengan organel dan apa fungsinya
43. Apa fungsi membran sel
44. Apa beda mitosis dan meiosis
45. Sebutkan macam fase pembelahan
46. Apa beda difusi, osmose dan transport aktif
47. Sebutkan beda mineral terbanyak antara CIS dan CES
48. Apa fungsi hormon Insulin
49. Sebutkan organ sistem muskulomotorius
50. Apa yang dimasuk potensial membran
51. Apa yang dapat merangsang sel
52. Apa yang dimaksud potensial aksi
53. Apa yang menyebabkan potensial aksi
54. Apa beda antara polarisasi dan depolarisasi
55. Bagaimana cara kerja anestesi lokal
56. Bagaimana urutan aliran impuls dalam sel neuron
57. Apa beda antara saraf sensorik dan motorik
58. Apa yang dimaksud dengan gerak reflek, jelaskan prosesnya
59. Apa yang dimaksud neurotransmiter, sebutkan contoh neurotransmiter aktivasi dan inhibisi
60. Berikan contoh koordinasi saraf tingkat tinggi, dan tingkat rendah
More aboutKISI KISI SOAL FISIOLOGI S1 KEPERAWATAN 2010

KISI KISI SOAL FARMAKOLOGI S1 KEPERAWATAN 2010

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes

KISI-KISI FARMAKOLOGI S1 KEPERAWATAN 2010

1. Apa beda analgesik dan antipiretik
2. Bagaimana cara kerja obat gosok
3. Bagaimana cara kerja analgesik dan antiinflamasi
4. Apa saja yang termasuk analgesik antipiretik non narkotic
5. Berilah contoh obat antipiretik, analgesik, anti inflamasi dan anti gout
6. Mengapa wanita mentruasi tidak boleh minum analgesik
7. Apa yang perlu diobservasi pada pemberian parasetamol
8. Berikan contoh analgesik yang khusus berguna untuk antigout
9. Bagaimana cara memberikan analgesik pada penderita gastritis
10. Apa yang dimaksud dengan obat anti angina
11. Berikan contoh obat antiangina
12. Bagaimana cara kerja obat anti angina
13. Apa efek samping pemakaian vasodilator
14. Apa yang dimaksud dengan beta blocker
15. Beri contoh obat beta blocker
16. Bagaimana cara kerja obat beta blocker
17. Apa yang dimaksud obat calsium antagonis
18. Beri contoh obat calsium antagonis
19. Bagaimana cara kerja obat calsium antagonis
20. Apa yang dimaksud dengan digitalis
21. Beri contoh obat digitalis
22. Bagaimana cara kerja obat digitalis
23. Sebutkan macam obat hipertensi
24. Apa yang dimaksud dengan diuretic
25. Bagaimana cara kerja obat diuretik
26. Beri contoh obat diuretik
27. Apa yang dimaksud diuretik kuat, beri contoh
28. Apa yang dimaksud diuretik hemat kalium, beri contoh
29. Sebutkan efek samping dari diuretik kuat
30. Apa yang perlu dikaji pada pemberian diuretik
31. Apa tanda hipokalemi
32. Apa beda reseptor nikotinik dan muskarinik
33. Sebutkan indikasi dan kontraindikasi pemakaian atropin
34. Sebutkan efek samping pemakaian atropin
35. Sebutkan contoh reseptor muskarinik dan nikotinik dan kolinergik
36. Sebutkan kontraindikasi obat kolinergik
37. Sebutkan contoh obat antimuskarinik
38. Beri contoh obat penghambat saraf adrenergik
39. Sebutkan indikasi pemakaian obat betablocker
40. Beri contoh obat adrenergik
41. Beri contoh obat golongan barbiturat
42. Sebutkan zat yang dapat menghambat kerja obat barbiturat
43. Bagaimana urutan efek dari alkohol
44. Sebutkan contoh sedatif yang bersifat teratogenik
45. Sebutkan efek utama obat benzodizepin
46. Sebutkan gejala putus obat benzodiazepin
47. Apa yang dimaksud obat psikotropik
48. Sebutkan ciri khas obat antipsikotik
49. Sebutkan beda antara minor dan major tranqulaiser
50. Apa yang dimaksud obat antidrepresan dan beri contohnya
More aboutKISI KISI SOAL FARMAKOLOGI S1 KEPERAWATAN 2010

KISI KISI SOAL BIOLOGI REPRODUKSI D3 KEBIDANAN 2010

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes

KISI-KISI SOAL BIOLOGI REPRODUKSI D3 KEBIDANAN 2010

1. Sebutkan faktor yang mempengaruhi janin
2. Sebutkan faktor yang mempengaruhi bayi
3. Sebutkan faktor yang dapat menyebabkan mutasi gen
4. Sebutkan obat yang dapat menyebabkan mutasi gen
5. Apa yang dimaksud rekayasa genetik
6. Apa beda antara rekayasa genetik dan DNA rekombinan
7. Bagaimana teknik DNA rekombinan
8. Apa beda antara konjugasi, transduksi dan transformasi
9. Apa beda fungsi enzim retriksi dan enzim DNA ligase
10. Apa yang dimaksud dengan plasmid bakteri, dan apa gunanya
11. Jika Ayah normal heterozigot menikah dengan Ibu albino bagaimana kemungkinan anaknya
12. Ibu golongan darah O menikah dengan ayah golongan darah AB, bagimana kemungkinan anaknya
13. Ibu penderita diabet menikah dengan ayah pembawa sifat diabet. Bagaimana kemungkinan anaknya?
14. Ibu normal carier menikah dengan ayah butawarna, bagaimana kemungkinan anaknya?
15. Ibu thalasemia ringan menikah dengan ayah normal, bagaimana kemungkinan anaknya?
16. Ayah hemofili menikah dengan ibu normal pembawa sifat, bagaimana kemungkinan anaknya?
17. Ibu Indonesia mata coklat (Bb ii) menikah dengan ayah Belanda mata biru (BB Ii), bagaimana kemungkinan anaknya?
18. Ibu rhesus negatif menikah dengan ayah resus positif homozigot. bagaimana kemungkinan anaknya?
19. Apa beda hukum Mendel satu dan Mendel dua
20. Sebutkan contoh penyakit genetik autosomal resesif
21. Sebutkan contoh penyakit genetik autosomal dominant
22. Sebutkan contoh penyakit genetik autosomal semidominan
23. Sebutkan contoh penyakit genetik sexlink X
24. Sebutkan contoh penyakit genetik sexlink Y
25. Sebutkan contoh penyakit genetik epistaksis
26. Sebutkan contoh penyakit genetik alel ganda
27. Sebutkan contoh penyakit genetik polimeri
28. Apa yang dimaksud dengan gen
29. Apa beda antara kromosom dan kromatin
30. Apa beda alel dan homolog
31. Apa yang dimaksud dengan ploid
32. Mengapa manusia termasuk diploid
33. Apa beda antara fenotif dan genotif
34. Apa beda fungsi gen replikasi, transkripsi dan translasi
35. Apa beda alel homozigot dan heterozigot
36. Apa beda fungsi ARNm, ARN t dan ARN r
37. Apa beda antara kodon, kodogen dan antikodon
38. Apa beda mitosis dan meiosis
39. Sebutkan macam fase pembelahan dan apa cirinya
40. Sebutkan cara penentuan jenis kelamin manusia secara genotif
41. Apa beda antara drumstick dan Barr body
42. Dimana letak uretra pada penis
43. Apa yang dipotong pada MOP
44. Apa bahaya dari smegma, dan dimana letaknya
45. Apa yang dimaksud dengan spermatogenesis, dan hormon apa yang merangsangnya
46. Bagaimana urutan terbentuknya sperma pada spermatogenesis
47. Sebutkan nama enzim yang dipergunakan sperma untuk menembus ovum
48. Bagaimana kriteria pria dikatakan afertil dilihat dari spermanya
49. Apa beda antara ereksi, emisi dan ejakulasi
50. Sebutkan sel yang berfungsi memberi nutrisi pada spermatogenesis
More aboutKISI KISI SOAL BIOLOGI REPRODUKSI D3 KEBIDANAN 2010

MASALAH KESEHATAN PENYAKIT MENULAR

Posted by ReTRo on Friday, April 23, 2010

Dr. Suparyanto, M.Kes

MASALAH PENYAKIT MENULAR

Apa Itu Masalah?
  • Masalah: sesuatu yang perlu dipecahkan mengingat adanya kesenjangan antara tujuan yang diharapkan dengan kenyataan
Masalah adalah kesenjangan antara:
  • Harapan dan Kenyataan
  • Tujuan dan Hasil/Capaian
  • Kebutuhan dan Ketersediaan
  • Target dan Cakupan

Narasi Masalah
  • Penulisan masalah minimal menjawab pertanyaan: What?; Where?; When?; lebih lengkap jika ada How much?
Contoh:
  • Rendahnya cakupan Imunisasi Campak di wilayah kerja Puskesmas Jombang pada tahun 2007 dimana terdapat kesenjangan cakupan -30% dari target yang seharusnya 90%
  • Meningkatnya kasus Avian Influensa di Indonesia pada tahun 2007 yaitu 40 kasus dibanding tahun 2006
  • Kurang lengkapnya sarana pemeriksaan laboratorium di Puskesmas Jombang pada tahun 2006
  • Menurunnya kinerja perawat di Rumah Sakit Jombang pada tahun 2005

Apa Itu Sistem?
  • Sistem adalah suatu tatanan yang terdiri dari berbagai komponen/subsistem dimana antara komponen satu dengan lainnya saling berhubungan dan mempengaruhi
Komponen sistem dikelompokan:
  • Input
  • Proses
  • Output
  • Lingkungan

Gambar Sistem




Komponen Input
  • Man: pasien, direktur, pegawai, pejabat
  • Money: anggaran, retribusi, tarif
  • Material: spuit, bed, bangunan, obat
  • Machine: ambulance, EKG, USG, X-ray
  • Methode: protap, peraturan, SK
  • Market: masyarakat, siswa, anggota organisasi

Komponen Proses
  • Proses adalah upaya mengubah input menjadi output
Contoh: Manajemen Kesehatan:
  • P1: Perencanaan
  • Rencana Usulan kegiatan
  • Rencana pelaksanaan Kegiatan
  • P2: Pelaksanaan dan Pengendalian
  • Pengorganisasian
  • Penyelenggaraan
  • Pemantauan
  • P3: Pengawasan dan Pertanggungjawaban
  • Pengawasan internal dan eksternal
  • Pertanggungjawaban

Komponen Output
  • AKB: angka kematian bayi
  • AKI: angka kematian ibu
  • Prevalensi penyakit
  • Morbiditas
  • Mortalitas
  • Umur Harapan Hidup

Letak Masalah
  • Masalah letaknya ada di output:
Contoh:
  • Meningkatnya AKI di Kabupaten Jombang pada tahun 2007
  • Meningkatnya AKB di Kabupaten Jombang pada tahun 2007
  • Menurunya jumlah akseptor KB di Puskesmas Jombang pada tahun 2005
  • Menurunya cakupan imunisasi Polio di Desa Jombang pada tahun 2004

Letak Penyebab Masalah
  • Penyebab masalah letaknya ada di: Input atau Proses
Contoh:
  • Rendahnya anggaran pemberantasan penyakit DBD di Puskesmas Jombang tahun 2007
  • Kurangnya tenaga perawat di Rumah Sakit Jombang pada tahun 2002
  • Tidak ada perencanaan pelaksanaan Posyandu di desa Jombang pada tahun 2006

Penyelesaian Masalah
1. Menetapkan prioritas masalah
2. Mengidentifikasi penyebab masalah
3. Merencanakan Tindak lanjut

Gambar Penyakit Menular



Penyakit Menular
  • Penyakit menular adalah penyakit yang agent-nya dapat berpindah dari satu Host ke Host yang lain
  • Agentnya pada umumnya adalah biologis, seperti virus, bakteri, plasmodium
  • Untuk dapat menular harus ada: port of exit, transmisi dan port of entry

  • Contoh port of exit: saluaran nafas, saluran cerna, kulit, kelamin
  • Contoh port of entry: saluaran nafas, saluran cerna, kulit, kelamin
  • Contoh transmisi: udara, air, tanah, vektor (organisme lain)

Cara Mencegah Penyakit Menular
1. Menutup pintu keluar
2. Menutup pintu masuk
3. Memutus transmisi

Contoh Penyelidikan Epidemiologi (PE) Penyakit DB
  • Pastikan Dx penderita tersangka DBD
  • Pastikan terjadi KLB atau bukan
  • Rujuk penderita ke RS
  • Periksa 20 rumah disekitar penderita DBD
  • Cari anak yang demam serta adanya jentik di tempat penampungan air
  • PE positif jika ditemukan 3 anak demam dan 3 rumah mengandung jentik nyamuk
  • PE negatif jika kurang dari 3

Analisa PE DB
  • PE positif → artinya terdapat sumber penyakit di sekitar penderita (ada nyamuk Aedes aegypty yg mengandung virus Dengue)
  • Perlu pemberantasan nyamuk dewasa dengan fogging selama 2x selang 1 minggu
  • Sebelum fogging perlu dilakukan PSN-3M → satu hari sebelumnya

  • PE negatif → tidak ditemukan adanya sumber penyakit disekitar penderita
  • Tidak perlu dilakukan fogging
  • Cukup dilakukan PSN-3M
More aboutMASALAH KESEHATAN PENYAKIT MENULAR

MASALAH KESEHATAN PENYAKIT TIDAK MENULAR

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes

MASALAH PENYAKIT TIDAK MENULAR

Apa Itu Penyakit?
  • Penyakit adalah kegagalan organisme untuk beradaptasi atau mempertahankan homeostasis
  • Penyakit merupakan proses fisiologik yang mengalami penyimpangan
  • Penyimpangan fisiologik dapat disebabkan oleh banyak faktor: agent, hipersensitivitas (alergi), genetik

Benih Penyakit
  • Agent: bakteri, virus, protozoa, jamur
  • Mekanisme adaptif tubuh sendiri:
  • Lekosit: fungsi fagositosis untuk agent, juga untuk cidera jaringan
  • Imunitas penting untuk pertahanan, juga dapat menyebabkan alergi (hipersensitivitas)
  • Proliferasi sel penting untuk penyembuhan sel, juga menyebabkan penyakit kanker

Perkembangan Penyakit
  • Etiologi: studi mengenai penyebab atau alasan suatu fenomena (penyakit)
  • Etiologi → konsep yang komplek karena sebagian besar penyakit causanya multifaktorial dan akibat interaksi faktor instrinsik/genetik dan lingkungan
  • Tanpa mengetahui etiologi , pencegahan, pengobatan menjadi sulit

Klasifikasi Penyakit
  • Penyakit Herediter: disebabkan kelainan kromosom atau gen dalam herediter
  • Penyakit Kongenital: terjadi sejak lahir, baik diketahui penyebabnya atau tidak
  • Penyakit Toksik: disebabkan ingesti racun
  • Penyakit Infeksi: disebabkan masuknya agent biologis kedalam tubuh
  • Penyakit Traumatik: disebabkan cedera fisik

  • Penyakit Degeneratif: disebabkan degenerasi berbagai bagian tubuh → osteoporosis, arteriosklerosis
  • Penyakit Imunologik: disebabkan hipersensitivitas, autoimune, imunodefisiensi
  • Penyakit Neoplastik: disebabkan pertumbuhan sel abnormal → tumor atau kanker

  • Penyakit Gizi: disebabkan defisiensi protein, kalori, vitamin, mineral
  • Penyakit Metabolik: disebabkan gangguan proses metabolik/ hormonal
  • Penyakit Molekuler: disebabkan kelainan molekul tunggal yang menyebabkan abnormalitas → anemia bulan sabit, akibat kesalahan urutan asam amino dalam Hb –nya

  • Penyakit Psikogenik: disebabkan gangguan mental → Neurosa, skizofrenia
  • Penyakit Iatrogenik: disebabkan tidak sengaja akibat pengobatan tenaga kesehatan → efek diuretik tiazid → hipokalemia → aritmia
  • Penyakit Idiopatik: penyakit yang penyebabnya tidak diketahui

Tahap Riwayat Alamiah Penyakit
1. Tahap Prepatogenesis
2. Tahap Patogenesis
3. Tahap Pasca Patogenesis
a) Sembuh
b) Kronik/ Karier
c) Cacat
d) Mati

Tahap Prepatogenesis
  • Kondisi Host masih normal/sehat
  • Sudah ada interaksi antara Host dan Agent, tetapi Agent masih diluar Host
  • Jika interaksi Host, Agent dan Environment berubah → Host jadi lebih rentan atau Agent jadi lebih virulen → Agent masuk ke Host (memasuki tahap patogenesis)

Tahap Patogenesis
  • Tahap Inkubasi → tahap mulai masuknya Agent kedalam Host, sampai timbul gejala sakit
  • Tahap penyakit dini → tahap mulainya timbul gejala penyakit dalam keadaan awal (ringan)
  • Tahap penyakit lanjut → tahap penyakit telah berkembang pesat dan menimbulkan kelainan patologis dan gejalanya

Tahap Postpatogenesis
  • Tahap penyakit akhir → tahap berakhirnya perjalanan penyakit, dapat dalam bentuk;
  • Sembuh sempurna → Agent hilang, Host pulih dan sehat kembali
  • Sembuh dengan cacat → Agent hilang, penyakit tidak ada → Host tidak pulih sempurna (ada bekas gangguan/cacat)
  • Karier → Agent masih ada, Host pulih → gangguan Agent masih ada (minimal)

Gambar Riwayat Alamiah Penyakit



Pencegahan Penyakit



Primordial Prevention (Pencegahan Tingkat Awal)
  • Menghindari obesitas
  • Menghindari rokok
  • Perilaku hidup bersih dan sehat
  • Mengindari bahan pengawet, pewarna
  • Makan bergizi seimbang
  • Istirahat cukup
  • Olah raga teratur

Primary Prevention (Pencegahan Tingkat Pertama)
  • Pendidikan kesehatan
  • Imunisasi
  • PSN-3M
  • Konsul genetika
  • Sterilisasi alat
  • Memakai sarung tangan
  • Memaki masker

Secondary Prevention (Pencegahan Tingkat Kedua)
  • Diagnosis awal
  • Pengobatan cepat dan tepat
  • Kemo-profilaksis
  • Screening (pencarian penderita dengan gejala umum)

Tertiary Prevention (Pencegahan Tingkat Ketiga)
  • Mencegah penyakit agar tidak bertambah parah
  • Mencegah: kematian, kecacatan
  • Rehabilitasi: fisik, mental, sosial

Penyakit Tidak Menular
  • Penyakit tidak menular adalah penyakit yang agent-nya tidak dapat pindah dari Host satu ke Host lain
  • Tentukan etiologinya
  • Pencegahan lebih baik
  • Pengenalan gejala/tanda awal penyakit
  • Diagnosa cepat dan pengobatan tepat

Contoh Penyakit Tidak Menular
  • Osteoporosis
  • Ca cerviks
  • Diabetes mellitus
  • Penyakit Jantung Koroner
More aboutMASALAH KESEHATAN PENYAKIT TIDAK MENULAR

JAMINAN MUTU DAN MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Posted by ReTRo on Sunday, April 18, 2010

Dr. Suparyanto, M.Kes

JAMINAN MUTU DAN MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Latar Belakang
  • UU Kesehatan no: 23 th 1992: menekankan pentingnya upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan
  • Tujuan Pembangunan Kesehatan: mewujudkan Indonesia Sehat 2010, agar masyarakat mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata

Apa Itu Mutu?
  • Kesesuaian dengan standart (Philip B. Crosby)
  • Pemecahan masalah untuk mencapai kesempurnaan secara terus menerus (W. Edward Deming)
  • Kesesuaian dengan harapan pelanggan (Joseph M. Juran)
  • Kepuasan pelanggan (K. Ishikawa)

Mutu Pelayanan Kesehatan
  • Tingkat kesempurnaan yankes yang memuaskan pelanggan sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata pelanggan, serta diberikan sesuai standart dan etika profesi.
  • Puskesmas Idaman merupakan upaya untuk memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat.

Cara Mengetahui Kepuasan Pelanggan
  • Kotak saran
  • Survey kepuasan pelaggan

Apa itu Standart Pelayanan Kesehatan
  • Standart adalah tingkat pencapaian ideal yang diinginkan
Macam: standart input, standart proses dan standart output
  • Input: 6M
  • Proses: prosedure tetap
  • Output: hasil

Apa Itu Etika Profesi
  • Standart dari tindakan yang benar secara moral yang harus dilakukan, terdiri:
  1. Menghindari masyarakat dari bahaya atau ancaman kesehatan
  2. Menolong masyarakat
  3. Menghormati hak masyarakat
  4. Pemerataan dan keadilan
  5. Pemanfaatan

Pengertian Kode Etik
  • Norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap profesi didalam melaksanakan tugas profesinya dan didalam hidupnya dimasyarakat
  • Kode etik dibuat oleh organisasi profesi, dan dilaksanakan oleh anggota profesi
  • Jika melanggar, ada sanksi dari organisasi profesi dan masyarakat

Pengertian Moral
  • Nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya
  • Mengenai apa yang dianggap baik atau buruk di masyarakat dalam suatu kurun waktu tertentu sesuai perkembangan atau perubahan norma atau nilai

Prinsip Jaminan Mutu
  1. Bekerja dalam tim
  2. Fokus pada perubahan proses
  3. Orientasi kinerja pada pelanggan
  4. Pengambilan keputusan berdasarkan data
  5. Adanya komitmen pimpinan dan keterlibatan bawahan dalam perbaikan proses pelayanan

Bentuk Jaminan Mutu
  1. Prospektif: dilaksanakan sebelum yankes dilakukan: standarisasi, perizinan, sertifikasi, akreditasi
  2. Konkuren: dilaksanakan bersamaan dengan yankes dilakukan: penilaian teman sejawat terhadap kepatuhan protap
  3. Retrospektif: dilakukan setelah yankes diselenggarakan: telaah rekam medik, survei pelanggan

Apa Itu Manajemen Kesehatan
  • Rangkaian/proses kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan luaran kesehatan yang efektif dan efisien
  • Manajemen Kesehatan meliputi: 3 Fungsi Manajemen yaitu:

  1. Perencanaan (P1)
  2. Pelaksanaan dan pengendalian (P2)
  3. Pengawasan dan Pertanggung Jawaban (P3)

Perencanaan (P1)
  • Rencana usulan kegiatan
  1. Upaya Kesehatan Puskesmas Wajib
  2. Upaya Kesehatan Puskesmas Pengembangan

  • Rencana pelaksanaan kegiatan
  1. Upaya Kesehatan Puskesmas Wajib
  2. Upaya Kesehatan Puskesmas Pengembangan

Pelaksanaan dan Pengendalian (P2)
1. Pengorganisasian
  • Penentuan penanggung jawab dan pelaksana kegiatan persatuan wilayah kerja
  • Membagi habis pekerjaan
  • Penggalangan kerjasama tim dg lintas sektoral

2. Penyelenggaraan: memperhatikan :
  • Azas penyelenggaraan puskesmas
  • Standar dan Pedoman pelayanan
  • Menyelenggarakan kendali mutu dan kendali biaya

3. Pemantauan
  • kinerja (cakupan, mutu, biaya)
  • masalah dan hambatan
  • menggunakan data dari SIMPUS

4. Penilaian – sumber data utama SIMPUS
  • Pengawasan dan Pertanggungjawaban (P3)
Pengawasan
  • Internal: oleh atasan langsung
  • Eksternal: masyarakat, Dinas kesehatan, Lintas sektoral

Pertanggungjawaban
  • laporan berkala ke Dinkes, masyarakat (Badan Penyantun)
  • laporan pertanggung jawaban masa jabatan
More aboutJAMINAN MUTU DAN MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

KISI KISI SOAL KOMUNITAS 2010

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes

1. Apa yang dimaksud dengan masalah ?
2. Apa yang dimaksud dengan sitem?
3. Sebutkan komponen sistem?
4. Beri contoh komponen input dan output?
5. Dimana letak masalah?
6. Dimana letak penyebab masalah dalam sistem?
7. Bagaimana cara menyelesaikan masalah?
8. Beri contoh komponen input?
9. Beri contoh komponen proses?
10. Beri contoh komponen output?
11. Apa saja yang dipengaruhi oleh lingkungan?
12. Apa yang dimaksud dengan budaya?
13. Sebutkan contoh wujud budaya dalam bentuk gagasan?
14. Sebutkan contoh wujud budaya dalam bentuk artefak?
15. Sebutkan contoh wujud budaya dalam bentuk aktivitas
16. Sebutkan contoh wujud budaya dalam bentuk material?
17. Sebutkan contoh wujud budaya dalam bentuk non material?
18. Apa yang dimaksud dengan akulturasi?
19. Apa yang dimaksud dengan asimilasi?
20. Apa yang dimaksud dengan sintesis?
21. Sebutkan komponen budaya?
22. Bagaimana cara mengetahui kepuasan pelanggan?
23. Apa yang dimaksud dengan standart?
24. Apa yang dimaksud dengan etika profesi?
25. Siapa yang membuat kode etik?
26. Apa yang dimaksud dengan mutu?
27. Apa yang dimaksud dengan jaminan mutu prospektif?
28. Apa yang dimaksud dengan jaminan mutu konkuren?
29. Apa yang dimaksud dengan jaminan mutu retrospektif
30. Apa saja prinsip jaminan mutu?
More aboutKISI KISI SOAL KOMUNITAS 2010

KISI KISI SOAL BIOSTATISTIK

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes
1. Apa yang dimaksud mean?
2. Apa yang dimaksud median?
3. Apa yang dimaksud modus?
4. Beri contoh tendensi sentral?
5. Tuliskan rumus median untuk data kelompok?
6. Tuliskan rumus modud untuk data kelompok?
7. Apa yang dimaksud nilai b dalam rumus modus?
8. Apa yang dimaksud nilai p dalam rumus median?
9. Apa yang dimaksud nilai F dalam rumus median?
10. Apa yang dimaksud f1 dalam rumus modus?
11. Apa yang dimaksud dengan statistika?
12. Apa yang beda statistik deskriptif dan analitik?
13. Apa beda pola pikir deduktif dan induktif?
14. Apa yang dimasud data dan agregat?
15. Apa beda raw data dan array data?
16. Apa beda group data dan ungroup data?
17. Apa beda data kualitatif dan kuantitatif?
18. Apa beda data primer dan skunder?
19. Apa yang dimaksud data dengan skala nominal?
20. Apa yang dimaksud data dengan skala ordinal?
21. Apa yang dimaksud data dengan skala interval?
22. Apa yang dimaksud data dengan skala rasio?
23. Apa beda data finit dan infinit?
24. Apa yang dimaksud simple random sampling, beri contoh?
25. Apa yang dimaksud cluster random sampling?
26. Sebutkan langkah pengolahan data?
27. Apa yang dimaksud dengan editing?
28. Apa yang dimaksud dengan coding?
29. Sebutkan cara menyajikan data?
30. Bagaimana cara menghitung persentase dalam tabel cross tabulasi raw?
31. Bagaimana cara menghitung persentase dalam tabel cross tabulasi colum?
32. Bagaimana cara menghitung persentase dalam tabel cross tabulasi total?
33. Apa yang dimaksud histogram?
34. Apa arti tabel 5.3?
35. Apa yang dimaksud variabel?
36. Apa beda variabel dan atribut?
37. Apa beda variabel bebas dan tergantung?
38. Apa yang dimaksud variabel prakondisi?
39. Apa yang dimaksud variabel perantara?
40. Apa yang dimaksud definisi operasional?
More aboutKISI KISI SOAL BIOSTATISTIK

FISIOLOGI METABOLISME

Posted by ReTRo on Thursday, April 15, 2010

Dr. Suparyanto, M.Kes

Apa Itu Metabolisme
  • Metabolisme adalah suatu proses komplek perubahan makanan menjadi energi dan panas melalui proses fisika dan kimia, berupa proses pembentukan dan penguraian zat didalam tubuh organisme untuk kelangsungan hidupnya.

Macam Metabolisme
Metabolisme dibedakan 2 macam :
  • Katabolisme : proses penguraian makanan menjadi energi, yang terjadi pada proses respirasi sel.
  • Anabolisme : proses pembentukan (sintesa) zat organik komplek yang berasal dari zat yang lebih sederhana

Contoh Metabolisme
Contoh Katabolisme :
  • Glikogenolisis : proses pemecahan glikogen menjadi glukose
  • Glikolisis : proses pemecahan glukose menjadi asam piruvat

Contoh Anabolisme :
  • Glikogenesis : proses pembentukan glikogen dari glukose
  • Glikoneogenesis : proses pembentukan glukose dari prtein atau lemak

Alur Metabolisme



Hasil Metabolisme
  • Hasil metabolisme berupa energi dan panas → energi tersebut belum dapat digunakan langsung oleh sel → berikatan adenin, fosfat dan ribose → ATP (Adenosin Tri Fosfat).
  • ATP tersebut merupakan simpanan energi → siap digunakan oleh sel untuk : transport membran, sintesis senyawa kimia, kerja mekanik.
  • Jika sel memerlukan energi, maka energi diambil dari ATP dengan cara melepas satu gugus fosfat menjadi ADP (Adenosin Di Phosfat) dengan melepas 8.000 kalori.

Penggunaan ATP
  • ATP → ADP + PO4 + 8.000 kalori
  • ADP → AMP + PO4 + 8.000 kalori
  • AMP sudah tidak dapat mengeluarkan energi lagi → harus diisi lagi dengan energi baru yang berasal dari metabolisme makanan → menjadi ATP.
  • Metabolisme → proses merubah makanan → ATP

  • Kreatin + ATP → Fosforil kreatin + ADP
  • Kreatin di otot dalam keadaan istirahat mampu mengikat ATP menjadi Fosforil kreatin (simpanan energi)
  • Jika otot perlu energi untuk gerak maka fosforil kreatin dipecah →Kreatin + ATP.
  • ATP inilah yang digunakan untuk gerak

Fase Metabolisme Karbohidrat
  • Glikolisis → proses merubah glukose → asetil Co-A
  • Siklus Kreb → proses merubah asetil Co-A → H
  • Fosforilasi Oksidatif → proses mereaksikan H + O → H2O + ATP

Glikolisis
  • Glikolisis: glukose → asam piruvat/ asetil co-A
  • R/ Glukose + 2 ADP + 2 PO4 → 2 Asam Piruvat + 2 ATP + 4 H
Hasil akhir glikolisis:
  • Asam piruvat / Acetil co-A
  • 2 ATP

Siklus Asam Sitrat
  • Siklus Kreb: asetil co-A → H
  • R/ 2 Asetil Ko-A + 6 H2O + 2 ADP → 4 CO2 + 16 H + 2 Ko-A + 2 ATP
  • Hasil utama: H (hidrogen) dan 2ATP

Fosforilasi Oksidatif
  • Rantai Respirasi → transfer H dari satu karier ke karier lainya dengan enzim dehidrogenase
  • H + O2 → H2O + ATP
  • R/ 2 H + ½ O2 + 2e + ADP → H2O + ATP
  • ATP hasil fosforilasi oksidatif = 34 ATP

Metabolisme Lemak
Ada 3 fase:
  • β oksidasi → proses merubah asam lemak → asetil Co-A
  • Siklus Kreb → proses merubah asetil Co-A →H
  • Fosforilasi Oksidatif → proses mereaksikan H + O → H2O + ATP

Metabolisme Protein
Ada 3 tahap
  • Deaminasi → proses merubah asam amino → asetil Co-A
  • Siklus Kreb → proses merubah asetil Co-A → H
  • Fosforilasi Oksidatif →proses mereaksikan H + O → H2O + ATP

Keseimbangan Energi
  • Energi didalam tubuh kita dikatakan seimbang, jika jumlah energi yang masuk melalui makanan sama besar dengan jumlah energi yang dikeluarkan untuk kelangsungan hidup

Basal Metabolisme Rate (BMR)
  • Basal Metabolisme Rate ( BMR ) : adalah keadaan metabolisme tubuh dalam keadaan istirahat fisik maupun mental
  • Jadi dalam keadaan BMR, diperlukan jumlah tenaga minimal untuk kelangsungan hidup yang terpenting : gerak nafas, suhu tubuh, sirkulasi darah.

  • BMR rata rata: 2.000 kalori / hari,
  • Kebutuhan energi manusia > 2.000 kalori / hari yang dipergunakan untuk: BMR, kegiatan fisik dan SDA
  • SDA( Specifik Dinamic Action ) yaitu energi yang dibutuhkan untuk metabolisme makanan
  • Laju metabolik → jumlah tenaga yang dibebaskan per satuan waktu

Cara Pengukuran BMR
  • Tidak makan minimal 12 jam
  • Tidur nyenyak semalam
  • Tanpa gerak badan setelah tidur
  • Menghilangkan faktor psikis dan fisik yang merangsang metabolisme
  • Suhu harus nyaman ( 25 – 300 C )

Faktor BMR
  1. Gerak badan
  2. Makan / minum
  3. Suhu lingkungan
  4. Tinggi badan, Berat badan
  5. Jenis kelamin
  6. Suhu tubuh
  7. Kehamilan, menstruasi
  8. Hormon tiroid
  9. Hormon epineprin dan nonepineprin

Cara Menghitung Kebutuhan Energi
  • Untuk menghitung kebutuhan energi seseorang, maka harus diketahui BMR nya dan kegiatan fisiknya, dan untuk memperkirakan jumlah energi yang diperlukan dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

Rumus BMR



Energi Aktivitas Fisik



Suhu Tubuh
  • Suhu tubuh normal rata rata per oral = 37oC (36,40C - 37,2OC).
Kehilangan panas tubuh melalui cara:
  • Radiasi : 60 %
  • Konduksi ke tempat lain : 3 %
  • Konveksi ke udara: 15 %
  • Evaporasi: 22 %

Perpindahan Panas
  • Konduksi → perpindahan kalor melalui suatu medium, tanpa disertai perpindahan partikel medium tersebut
  • Misal: perpindahan panas tubuh ke kursi
  • Konveksi: perpindahan kalor melalui suatu medium, yang disertai perpindahan partikel medium tersebut
  • Misal: perpindahan panas tubuh ke udara
  • Radiasi → perpindahan panas tanpa melalui medium, dalam bentuk gelombang elektromagnetik
  • Misal: sinar, sinar gama, sinar X, sinar infra merah
  • Evaporasi → perpindahan panas melalui penguapan
  • Misal: penguapan keringat memerlukan kalori

Keseimbangan Panas
  • Panas secara terus menerus dihasilkan oleh tubuh sebagai hasil sampingan metabolisme, dan panas juga dibuang ke lingkungan sekitar.
  • Bila kecepatan pembentukan panas tepat sama dengan kehilangan panas maka tubuh dalam keadaan keseimbangan panas.
  • Tetapi bila keduanya diluar keseimbangan, maka suhu tubuh akan meningkat atau menurun.
  • Jika suhu tubuh > suhu lingkungan → panas akan hilang dengan cara radiasi dan konduksi
  • Jika suhu tubuh < suhu lingkungan → tubuh dapat panas dari radiasi dan konduksi lingkungan → membuang panas dengan Evaporasi.

Pengaturan Suhu Tubuh
  • Pusat pengatur suhu tubuh →Termostat Hipotalamus
  • Reseptor suhu tubuh :
  • Neuron di area Preoptika Hipotalamus
  • Reseptor suhu kulit
  • Reseptor suhu didalam Medulla spinalis, Abdomen.

Mekanisme Pembuangan Panas
  • Perangsangan kelenjar keringat → pembuangan panas secara penguapan.
  • Menghambat pusat simpatis di Hipotalamus posterior, sehingga menghilangkan tonus vasokonstriksi normal pada pembuluh kulit →terjadi vasodilatasi dan kehilangan banyak panas dari tubuh

Mekanisme Pembentukan Panas
  • Vasokonstriksi pada kulit → mencegah konduksi panas dari dalam tubuh ke kulit.
  • Piloereksi “rambut berdiri“ → membentuk isolator pada kulit, efek ini tidak begitu penting pada manusia.
  • Peniadaan keringat → penguapan terhenti.

Peningkatan pembentukan panas :
  • Menggigil (Pusat motorik efek menggigil terletak pada bagian Dorsomedial Hipotalamus Posterior)
  • Peningkatan rangsangan simpatis pembentukan panas → Hormon epinefrin dan norepinefrin meningkatkan metabolisme.
  • Peningkatan pengeluaran Hormon Tiroksin → meningkatkan metabolisme.

Fisiologi Demam
  • Demam → adalah suhu tubuh diatas batas normal biasa, yang disebabkan oleh zat toksik (Pirogen), penyakit bakteri, tumor otak, atau dehidrasi yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu (termostat hipotalamus).
  • Pirogen tsb merangsang termostat hipotalamus, untuk di set pada suhu yang lebih tinggi

  • Karena suhu tubuh lebih rendah dari pada setelan ( set ) termostat hipotalamus → maka terjadi peningkatan suhu tubuh dan terjadilah demam (diatas normal) sampai mencapai suhu kritis (38,6OC)
  • Pada suhu kritis tsb (38,6OC) → maka tubuh berusaha men-set termostat hipotalamus pada suhu normal (37OC) → maka terjadi vasodilatasi, dan berkeringat.
  • Perubahan peristiwa yang mendadak pada demam dari suhu kritis menuju normal disebut Kritis atau FLUSH

  • Bila suhu tubuh meningkat sampai melebihi 40,5OC → terjadi sengatan panas (HEAD STROKE) dengan gejala : dizziness, distress abdomen, delirium, kehilangan kesadaran.
  • Obat anti Piretik (Aspirin) → mempunyai kasiat menurunkan panas, dengan jalan menurunkan penyetelan termostat hipotalamus (kebalikan efek Pirogen).
More aboutFISIOLOGI METABOLISME

FISIOLOGI CAIRAN TUBUH

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes

Cairan Tubuh
  • Sel organisme multiseluler (manusia) hidup dalam lautan cairan yang dibungkus oleh kulit organisme tsb → Cairan Ekstra Sel (CES)
  • Semua sel organisme multiseluler perlu nutrisi dan O2 dari CES
  • Semua sel organisme multiseluler membuang sisa metabolisme kedalam CES
  • Tugas CES adalah menyediakan nutrisi sel dan membersihkan sisa metabolisme sel, juga merupakan medium transport substansi kimia/transmisi impuls dari satu sel ke sel yang lain
  • CIS : merupakan medium reaksi kimia (aktivitas biokimiawi sel)

Sel dan Cairan Tubuh



Kehidupan Sel



Komposisi Cairan
  • Cairan tubuh terdiri ± 57 % BB → terdiri dari : CIS=70% dan CES=30%
  • Cairan Intra Seluler ( CIS ): Cairan yang terletak didalam sel tubuh
  • Cairan Ekstra Seluler (CES ): Cairan yang terletak diluar sel tubuh
  • CES atau Cairan Interstisial: cairan yang terdapat pada celah antar sel, terdiri: Plasma darah, Cairan serebrospinal, Cairan limfe, Cairan intraokuler, Cairan persendian, Cairan gastrointestinal

Komposisi Mineral



Darah
  • Volume darah : ± 1/13 BB
Komposisi darah terdiri :
  • Sel darah merah ( Eritrosit )
  • Sel darah putih ( Leukosit )
  • Trombosit
  • Plasma darah

Beda Serum dan Plasma Darah
  • Jika darah dibiarkan invitro maka akan terjadi pembekuan, dan diatas bekuan timbul cairan jernih yang disebut : Serum
  • Jadi perbedaan serum dan plasma darah terletak pada ada tidaknya sistem pembekuan darah.
  • Plasma → mengandung sistem pembekuan darah, serum tidak

Hematokrit
  • Hematokrit darah : adalah persentase darah yang berupa sel.
  • Hematokrit 40 berarti 40 % dari volume darah adalah sel, sedang sisanya plasma.
  • Harga normal pria : 42, wanita : 38

Eritrosit
  • Bentuk eritrosit diskus bikonkaf dengan diameter 8,6 µm
  • Mengandung haemoglobin (Hb) yaitu suatu protein yang mengandung zat besi dan karbonik anhidrase (suatu enzim yang terlibat dalam transport O2)
  • Jumlah normal :
  • pria : 4,5 juta – 5,5 juta / mm2, dan
  • wanita : 4 juta – 5 juta / mm2

Fungsi Eritrosit
  • Fungsi eritrosit adalah mengangkut O2 dari paru ke seluruh sel tubuh, sedang CO2 juga diangkut oleh eritrosit dan plasma darah.
  • Daya angkut O2 tersebut akibat Hb mempunyai afinitas terhadap O2, dimana 1 g Hb mampu mengangkut 1,34 cc O2, atau 100 cc darah mengangkut 20 cc O2
  • Harga normal Hb : pria : 13 – 16 g%, sedang wanita : 12 – 14 g%

Metabolisme Eritrosit
  • Umur eritrosit adalah 120 hari
  • Eritrosit mati → mengalami destruksi di limpa → hemoglobin → haem + globin
  • Haem → besi + porfirin, zat besi digunakan untuk membentuk eritrosit baru
  • Porfirin → bilirubin → mewarnai urine (urobilin) dan feses (sterkobiline)
  • Tempat pembuatan sel eritrosit adalah: sumsum tulang, limpa dan hepar

Leukosit Granular



  • Neutrofil : granula tidak berwarna
  • Eosinofil : granula berwarna merah pada pewarnaan asam
  • Basofil : granula berwarna biru pada pewarnaan basa

Leukosit Agranular



  • Monosit : merupakan sel besar dengan bentuk nukleus oval atau seperti ginjal
  • Limfosit : mempunyai nuleus yang besar dan mengisi hampir seluruh sel

Hitung Jenis Leukosit
Harga normal hitung jenis leukosit :
  • Basofil : 0 – 1 %
  • Eosinofil: 2 – 4 %
  • Batang : 1 – 5 %
  • Segmen: 51 – 67 %
  • Limfosit : 20 – 30 %
  • Monosit: 2 – 6 %

Fungsi Leukosit
  • Granulosit dan monosit berfungsi untuk:
  • Melindungi tubuh terhadap invasi organisma dengan cara memakanya yang disebut : fagositosis, dan
  • Mampu menembus dinding pembuluh darah melalui pori pori yang disebut proses diapedesis
  • Limfosit berfungsi untuk proses kekebalan (imunitas seluler)

Tempat Pembuatan Leukosit
  • Granulosit dan monosit dibuat di sumsum tulang
  • Limfosit dibuat di : kelenjar limfe, limpa, timus, tonsil

Sel Darah



Trombosit
  • Trombosit berasal dari sel megakariosit yang pecah menjadi bagian kecil kecil yang disebut platelet atau trombosit
  • Megakariosit berasal dari sel meiloblast yang juga merupakan induk sel leukosit.
  • Harga normal : 200.000 – 400.000 / mm2
  • Trombosit berfungsi sebagai sistem pembekuan darah

Mekanisme Pembekuan Darah
  • Proses pembekuan darah →melalui 3 tahap :
  • Suatu zat yang dinamakan aktivator protrombin terbentuk akibat robeknya pembuluh darah atau rusaknya darah itu sendiri
  • Aktivator protrombin mengaktifkan perubahan protrombin menjadi trombin
  • Trombin bekerja sebagai enzim yang mengubah fibrinogen menjadi benang benang fibrin yang menyaring sel sel daah merah dan plasma untuk membentuk bekuan itu sendiri.

Skema Mekanisme Pembekuan Darah



Plasma Darah
  • Air : 91-92 %
  • Protein plasma terdiri : albumin, globulin, fibrinogen, protrombin
  • Albumin : 4,5 g%, berfungsi menyebabkan tekanan osmotik pada membran kapiler, dan mencegah cairan plasma keluar dari kapiler masuk kedalam ruang interstitial.
  • Jika kadar albumin rendah (hipoalbumin) → tekanan osmotik rendah → cairan darah masuk jaringan → udem

  • Globulin : 2,5 g%, terdiri globulin α, β, γ
  • Globulin α, βberfungsi untuk mengangkut protein yang dapat bergabung denganya
  • Globulin γ berfungsi membentuk antibodi.
  • Fibrinogen : 0,3 g%, berfungsi untuk proses pembekuan darah
  • Protrombin : berfungsi untuk proses pembekuan darah

  • Unsur anorganik : Na, K, Ca, Mg, Fe, I dll
  • Unsur organik : urea, asam urat, kreatinin, glukose, asam lemak, asam amino, enzim, hormon.

Golongan Darah


  • Golongan darah sistem ABO → diberi nama berdasarkan adanya aglutinogen (zat yang dibekukan) yang terdapat dalam permukaan eritrosit
  • Macam aglutinogen: A dan B
  • Aglutinogen tersebut akan menyebabkan aglutinasi dan hemolisis → jika bercampur dengan aglutinin anti-A (α) dan anti-B (β) yang terdapat dalam plasma darah
  • Aglutinin (zat yang membekukan) merupakan γ globulin

Reaksi Transfusi
  • Jika gol darah tidak sama → aglutinin anti-A akan menggumpalkan aglutinogen A yang terdapat dalam eritrosit
  • Begitu juga aglutinin anti-B menggumpalkan aglutinogen B
  • Sel yang menggumpal → beberapa jam → hari → difagositosis oleh leukosit

  • Jika gol darah tidak cocok → yang menggumpal adalah darah donor, bukan darah resipien, karena plasma darah donor (mengandung aglutinin) segera diencerkan oleh plasma resipien → tidak cukup untuk menggumpalkan aglutinogen resipien
  • Plasma resipien (mengandung aglutinin) dalam jumlah banyak → segera menggumpalkan aglutinogen donor

Reaksi Transfusi
  • Aglutinasi
  • Hemolisis
  • Icterus
  • Gagal ginjal: ( hemolisis → toksin → vasokonstriksi tubulus ginjal → gagal ginjal)

Imunologi
  • Imunologi: Ilmu yang mempelajari tentang sistem imun ( kekebalan ) tubuh
  • Sistem Imun → semua mekanisme perlindungan tubuh terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidup.
Sistem Imun dibagi 2 :
  • Sistem Imun alamiah / non spesifik / nature / innate
  • Sistem Imun didapat / spesifik / adaptif / acquired

Sistem Imun Non Spesifik
  • Sistem tersebut non spesifik karena tidak ditujukan terhadap mikroorganisme tertentu, tetapi berespon terhadap semua jenis antigen
  • Telah ada dan siap berfungsi sejak lahir, contoh: permukaan tubuh, selaput lendir dan berbagai komponen dalam tubuh (cairan vagina, lambung, saliva, air mata)

  • Sistem Imun non spesifik merupakan pertahanan tubuh terdepan dalam menghadapi serangan berbagai mikroorganisme, oleh karena dapat memberikan respon langsung terhadap antigen.
  • Sedang sistem imun spesifik membutuhkan waktu (untuk mengenal antigen terlebih dahulu) sebelum dapat memberikan responya.

Contoh Sistem Imun Non Spesifik
  • Fisik: kulit, selaput lendir, batuk, bersin
  • Larutan: asam lambung, cairan vagina, saliva, air mata
  • Sel: monosit, basofil, neutrofil, eosinofil, makrofag

Sistem Imun Spesifik
  • Sistem imun spesifik mempunyai kemampuan untuk mengenal benda yang dianggap asing bagi dirinya. Benda asing yang pertama kali muncul dalam badan segera dikenal oleh sistem imun spesifik → menyebabkan sensitisasi sel sel sistem imun tersebut
  • Bila sel imun tersebut berpapar kembali dengan benda asing yang sama, maka benda asing yang terakhir ini akan dikenal lebih cepat, kemudian dihancurkan olehnya (antibodi atau sel T).

Contoh:
  • Larutan: antibodi (sel B)
  • Seluler: sel T

Antigen
  • Bahan yang dapat merangsang respon imunologi atau bahan yang dapat bereaksi dengan antibodi yang sudah ada
  • Secara fungsional antigen dibagi dua : Imunogen dan Hapten
  • Imunogen → bahan yang dapat menimbulkan respon imun
  • Hapten → molekul yang dapat bereaksi dengan antibodi, tetapi tidak dapat merangsang pembentukan antibodi secara langsung

Antibodi
  • Adalah protein serum yang disebut Globulin, dan sekarang dikenal sebagai Imunoglobulin (Ig)
  • Imunoglobulin dibentuk oleh sel plasma yang berasal dari porliferasi sel B akibat kontak dengan antigen
  • Ig terdiri dari α, β, γ dan yang terbanyak adalah γ globulin
  • Macam imunoglobulin adalah : Ig G, Ig A, Ig M, Ig E, Ig D

Hipersensitivitas
  • Hipersensitivitas : yaitu reaksi imune yang patologik, terjadi akibat respon imune yang berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan jaringan tubuh
Dibagi 4 tipe:
  • Hipersensitivitas tipe 1: disebut juga reaksi alergi
  • Hipersensitivitas tipe 2
  • Hipersensitivitas tipe 3
  • Hipersensitivitas tipe 4

Retikulo Endotelial Sistem (RES)
  • RES= Retikulo Endotelial Sistem → sistem organ yang berfungsi dalam perlindungan tubuh terhadap infeksi dengan cara memakan (fagositosis) benda asing dan bakteri
  • Yang termasuk RES → kelenjar limfe, limpa, hati dan sumsum tulang
  • RES berhubungan dengan limfosit dan organ pembentuk darah

Tugas Individu
  • Sebutkan foktor intrinsik dan faktor ekstrinsik yang berpengaruh dalam pembekuan darah
  • Jelaskan reaksi transfusi yg terjadi antar golongan darah (semuanya)
More aboutFISIOLOGI CAIRAN TUBUH

FISIOLOGI PANCAINDERA 2

Posted by ReTRo on Tuesday, April 13, 2010

Dr. Suparyanto, M.Kes

Organum Visualis
  • Supercilium
  • Palpebra sup & inf
  • Cilia
  • Conjunctiva
  • Kornea
  • Sklera
  • Iris
  • Pupil

  • Kornea: jaringan epithel transparan
  • Iris: bagian berwarna pada mata
  • Pupil: lubang(lingkaran ditengah iris)
  • Lensa
  • Camera oculi anterior:ruang mata antara kornea dan pupil
  • Camera oculi posterior: ruang mata antara pupil dan lensa

  • Corpus ciliaris: memproduksi humor aqueous (glandula ciliaris)
  • Ligamentum suspensorii lentis ligamen yg mempertahankan posisi lensa
  • Humor aqueous: cairan bola mata yang mengisi camera oculi
  • Angulus iridocornealis: sudut antara iris dan kornea tempat homur aqueous mengalir ke sinus venosus sclera

Lapisan bola mata:
  • Sclera → luar, keras
  • Choroidea → kaya vascular
  • Retina → jaringan saraf
  • Nervus Opticus
  • Humor Vitreus: transparan seperti jeli

  • Fovea centralis
  • Makula Lutea: area paling sempurna menerima rangsang cahaya
  • Discus optik: bintik buta, tempat nervus opticus dan pembuluh darah masuk

Glandula Lakrimalis
  • Glandula Lakrimalis
  • Punctum lakrimalis
  • Canaliculi lakrimalis
  • Sacus lakrimalis
  • Ductus nasolakrimalis

Indera Penglihatan
  • Mata secara optik = kamera fotografis biasa → mempunyai sistem lensa dan retina yang dapat disamakan dengan film

  • Organ yang ada hubunganya dengan proses optik adalah: kornea, humor akuosus, lensa, humor vitreus dan retina

Fungsi Lensa
  • Pembentukan bayangan pada retina → diaktifkan oleh lensa → memfokuskan bayangan di retina dengan mekanisme akomodasi →dan hasil bayanganya terbalik dari bendanya

Bayangan
  • Walaupun bayangan terbalik → kita merasakan sebagai bayangan tegak, karena otak sudah terlatih untuk menganggap suatu bayangan terbalik sebagai normal

Mekanisme Akomodasi
  • Akomodasi → kemampuan mencembungkan lensa → akibat kontraksi m siliaris → relaksasi ligamen sunpensorius yang memegang lensa, dan sebaliknya jika m siliaris berelaksasi → kekuatan dioptri lensa paling lemah.
  • Makin bertambah usia, lensa kehilangan elastisitasnya dan menjadi suatu massa yang relatif keras, mungkin karena denaturasi protein secara progresif, sehingga daya akomodasi menurun dari 14 dioptri setelah lahir menjadi 2 dioptri pada usia 45 – 50 tahun
  • Sesudah itu lensa mata dianggap hampir sama sekali tidak dapat berakomodasi yang disebut : presbiopia

Mata Normal



Hipermetropia



Miopia



Jaras Saraf Penglihatan
  • Retina (reseptor) → n optikus → pada kiasma optikum semua serabut menyilang ke sisi yang lain →membentuk tractus optikus → cortex optikus

Retina/ Fotoreseptor
  • Fovea centralis
  • Makula Lutea: area paling sempurna menerima rangsang cahaya
  • Discus optik: bintik buta, tempat nervus opticus dan pembuluh darah masuk

Sel Retina
  • Sel kerucut : untuk penglihatan warna
  • Sel batang : untuk penglihatan di tempat gelap
  • Makula merupakan tempat paling peka terhadap cahaya yang disebut fovea centralis

Sel Batang Retina
  • Terdapat pada semua retina kecuali pada fovea
  • Berisi rodopsin (penglihatan warna ungu) dan derivat vitamin A
  • Rodopsin → berwarna ungu pada keadaan gelap, tetapi pucat oleh cahaya yang dapat dilihat

Sel Kerucut Retina
  • Banyak ditemukan pada makula lutea, disamping juga menyebar pada semua retina
  • Merupakan satu-satunya sel pada fovea, tempatnya berkumpul dengan rapat
  • Tiap kerucut mengandung satu dari tiga pigmen (fotopsin)

Adaptasi Terang
  • Jika seseorang dari tempat gelap → terang → akan silau (tidak kelihatan)
  • Hal ini disebabkan semua fotopsin dalam keadaan siaga → perlu adaptasi terang
  • Adaptasi terang → proses perubahan fotopsin dalam sel kerucut → retinal dan opsin
  • Retinal diubah → vitamin A yang tidak peka cahaya → jadi mata menjadi tidak peka terhadap cahaya
  • Perlu waktu 5 menit

Adaptasi Gelap
  • Jika seseorang pindah dari tempat terang ke tempat gelap → tidak kelihatan (semua jadi gelap)
  • Hal ini disebabkan jumlah fotopsin sedikit (jadi retinal / vitamin A) → perlu adaptasi gelap
  • Adaptasi gelap → perubahan vitamin A → retinal → perubahan retinal dan opsin → fotopsin yang peka cahaya
  • Perlu waktu 20 menit
  • Defesiensi vitamin A → jumlah retinal, fotopsin dan rodopsin berkurang → kesulitan adaptasi gelap →buta senja (niktalopia ).

Penglihatan Warna
  • Menurut Young – Helmholtz ada 3 sel kerucut : biru, hijau dan merah
  • Buta warna yang tersering :
  • butawarna merah – hijau, → sulit membedakan warna merah , hijau dan kuning,
  • Butawarna merah – hijau – biru → kesulitan membedakan warna biru, hijau, kuning.
  • Buta warna ini adalah kelainan kongenital yang terpaut sex ( X – linkage ).

Indera Perasa
Ada empat macam reseptor kulit :
  • Raba – tekan
  • Dingin
  • Hangat
  • Nyeri

Reseptor Kulit
  • Korpuskel paninian:
  • berkapsul, mendeteksi tekanan vibratori, terdapat di jari tangan, genetalia interna dan payudara
  • Korpuskel Meissner dan Discus Merkle:
  • Berkapsul, mendeteksi sentuhan
  • Korpuskel Ruffini:
  • Berkapsul mendeteksi tegangan dan tekanan, terdapat di plantar kaki

Proprioseptor
  • Proprioseptor: reseptor yang otot, tendon dan persendian
  • Gelondong otot → tegangan otot →terletak diantara serat otot
  • Organ tendon Golgi → tegangan pada tendon
  • Korpuskel Panician → tekanan

Jaras Saraf
  • Jaras saraf : reseptor → saraf sensoris → medulla spinalis → otak (area sensorik somatik di dalam gyrus postcentrallis dan didalam dinding fissura Sylvii)

Jaras Sensorik
  • Sentuhan/posisi → ganglion radix posterior → serabut sentralis naik didalam kolumna dorsalis → menyilang di medulla oblongata → cortex sensoris cerebri
  • Nyeri/suhu → ganglion radix posterior → memotong medulla spinalis → naik pada traktus antero lateral sisi yangg berlawanan → cortex sensoris cerebri

Tugas Individu
  • Gambar dan jelaskan cara mengkoreksi kelainan mata berikut:
  • Emetropia
  • Miopia
  • Hipermetropia
  • Astigmatismus
  • Presbiopia
More aboutFISIOLOGI PANCAINDERA 2

FISOLOGI PANCAINDERA 1

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes

Organum Olfactorium
  • Tractus olfactorius
  • Bulbus olfactorius
  • Sel olfactorius terletak pada atap cavum nasalis: berupa lamina kribiformis os frontalis

  • Ada 107 sel indera primer penciuman → terletak pada neuroepitelium regio olfactorius (epitelium olfaktori)
  • Reseptor penciuman (kemoreseptor olfaktori) bersifat bipolar, ujung dendritnya membawa 5-20 silia yg ditutupi oleh mukus, akson menuju ke otak

  • Epitelium olfactori mengandung sel penunjang, sel basal dan sel olfaktori
  • Sel olfactory merupakan neuron bipolar, ujungnya berambut yang menonjol pada mukus

  • Kemoreseptor olfactorius terletak didalam bagian khusus mucosa hidung yakni membrana mucosa olfactorius.
  • Kemoreseptor olfactorius hanya berespon terhadap senyawa yang berkontak dengan epitel olfactorius dan dilarutkan dalam lapisan tipis mukus yang menutupinya.

Syarat zat yang dapat di-bau :
  • Harus mudah menguap → dapat masuk hidung
  • Sedikit larut dalam air sehingga dapat melalui mukus untuk mencapai sel olfactorius
  • Harus dapat larut dalam lipid karena diduga rambut olfactorius dan ujung luar sel olfactorius terutama terdiri dari zat lipid

Jaras Saraf Olfactorius
  • Silia olfactoria → sel olfactoria (reseptor) →akson olfactoria → glomeruli olfactorius → sel mitral → tractus olfactorius →striae olfactoriae medialis et lateralis →cortex olfactorium

Peranan Penciuman
  • Menimbulkan sekresi saliva dan getah lambung → respon bau menyenangkan, bau busuk
  • Memantau kebersihan → keringat, kotoran
  • Membentuk info sosial → penciuman “keluarga” dan “orang luar’
  • Mempengaruhi tingkah laku seksual
  • Mempengaruhi emosi → gembira, lesu

Kelainan Penciuman
  • Anosmia: tak ada indera penciuman
  • Hiposmia: sensitifitas penciuman yang berkurang
  • Disosmia: indera penciuman yang berubah

Organum Gustatorium
  • Papilla lingualis
  • Papilla fungiformis
  • Papilla filiformis
  • Papilla sircumvalata
  • Tonsila lingualis
  • Reseptor gustatorius terdapat dalam papila lingualis

  • Sel reseptor gustatorius (tunas pengecapan) terletak di lidah, merupakan kemoreseptor yang berespon terhadap senyawa yang dilarutkan dalam cairan mulut
  • Pada manusia terletak pada : Lidah, Palatum, Epiglotis, Nasofaring

Macam sensasi pengecapan dan letaknya di lidah :
  • Pahit: dorsum posterior linguae
  • Manis: ujung lidah
  • Asin: dorsum anterior linguae
  • Asam: sepanjang tepi (lateral) lidah

Jaras Saraf Gustatorius
  • Saraf sensorik 2/3 anterior lidah → chorda tympani dari n facialis ( VII )
  • 1/3 posterior lidah → n glosofaringius (IX)
  • Faring melalui n vagus ( X )
  • Ketiganya masuk ke nukleus tractus solitarius di batang otak → kemudian diteruskan oleh lemnicus medialis bersama rasa raba, nyeri dan suhu → menuju area proyeksi pengecapan ( cortex cerebri )

Peranan Indera Pengecap
  • Menjaga makanan yg rusak (citarasa yang buruk: reflek muntah; citarasa pahit: biasanya beracun)
  • Menimbulkan sekresi saliva dan getah lambung

Kelainan Pengecapan
  • Ageusia → tak ada indera pengecapan
  • Hipogeusia → sensitivitas pengecapan yang berkurang
  • Disgeusia → indera pengecapan yang terganggu

Indera Pendengaran
  • Telinga luar terdiri : aurikula (pinna) , meatus akustikus eksternus
  • Telinga tengah terdiri : membrana timpani, ossicles (malleus, incus, stapes) , meatus akustikus internus , tuba faringotimpani (tuba Eustachius).
  • Telinga dalam terdiri: terdiri dua buah organ , organ pendengaran (cochlea) dan organ keseimbangan (aparatus vestibularis).

Proses Mendengar
  • Pendengaran → indera mekanoreseptor → memberikan respon terhadap getaran mekanik gelombang suara yang terdapat diudara.
  • Getaran suara diterima membrana timpani → maleus → inkus → stapes → labirin membranosa pada lubang foramen ovale → gelombang suara dihantarkan ke telinga dalam (koklea)

  • Koklea (tabung bergelung) → terbagi menjadi tiga ruangan (scalae) → skala vestibuli, skala timpani dan skala media.
  • Skala vestibuli, skala timpani berisi perilimfe, skala media berisi endolimfe

  • Skala vestibuli, skala timpani saling berhubungan melalui lubang kecil di apek koklea yang disebut helicotrema
  • Skala vestibuli dan skala media dipisahkan oleh membrana vestibularis (membran Reissner)

  • Antara skala media dan skala timpani dipisahkan oleh membrana basilaris
  • Skala media berisi organ korti yang terletak di membrana basilaris → reseptor getaran suara.

  • Getaran suara masuk skala vestibuli dari permukaan lebar stapes pada foramen ovale, perlekatan ini dihubungkan oleh ligamen anulare yang relatif longgar sehingga dapat bergerak keluar dan kedalam → gerakan kedalam menyebabkan cairan bergerak kedalam skala vestibuli, skala media dan skala timpani dan menyebabkan foramen rontundum menonjol keluar dan menimbulkan getaran sesuai dengan frekuensinya.

Jaras Saraf
  • Organ corti (reseptor) → n. koklearis → nukleus koklearis (medulla oblongata) → nukleus olivaris superior → kolikulus inferior (pusat refleks pendengaran) → nukleus genikulatum mediale (didalam thalamus) → cortex cerebri (radiatio auditoria) yang terletak di girus superior lobus temporalis

Ketulian
  • Tuli hantar : tuli akibat gangguan hantaran bunyi dari telinga luar atau tengah, akibat :
  • Sumbatan mae oleh serumen atau benda asing
  • Kerusakan ossicula auditus
  • Penebalan membrana timpani setelah infeksi telinga tengah ( otitis media )
  • Kekakuan perlekatan antara stapes dan foramen ovale

  • Tuli saraf : tuli akibat kerusakan sel rambut atau jaras saraf, yang diakibatkan :
  • Degenerasi toksin sel rambut akibat streptomisin dan gentamisin
  • Kerusakan sel rambut luar akibat oleh antibiotika
  • Tumor pada n vestibularis dan hantaran diatasnya
  • Audiometer : alat untuk mengukur ketajaman pendengaran.
  • Frekuensi yang dapat didengar antara : 20 – 20.000 Hz ( siklus / detik )

Aparatus Vestibularis
  • Aparatus vestibularis adalah organ sensoris keseimbangan
  • Terdiri: utrikulus, sakulus dan duktus semisirkularis (bagian labyrin membranaseus)

  • Kanalis semisirkularis (ampula) → berkenaan dengan rotasi → terdiri: ductus semisircularis superior, lateralis, posterior → dalam ampula terdapat krista → didalam krista terdapat kupula
  • Vestibularis → berisi: Utriculus dan Sacculus → didalamnya terdapat makula → berkenaan dengan keseimbangan statis (posisi dan gerakan garis lurus)

  • Tiap makula dilapisi oleh gelatinosa tempat tertanam banyak kristal kecil kalsium karbonat yang disebut otokonia dan sel rambut dimana dasar sel rambut tersebut berhubungan dengan akson sensoris dari n.vestibularis

  • Makula terdiri: sel penunjang dan reseptor yang disebut sel rambut
  • Tiap makula dilapisi oleh gelatinosa dan mengandung banyak kristal kecil dari kalsium karbonat yang disebut otokonia /statokonia dan sel rambut dimana dasar sel rambut tersebut berhubungan dengan akson sensoris dari n.vestibularis (n.VIII)

  • Dalam ampula kanalis sirkularis, ada krista kecil yang disebut krista ampularis
  • Diatas krista terdapat massa gelatinosa yang disebut kupula yang didalamnya ada sel rambut (silia)
  • Sel rambut berhubungan dengan serabut sensoris n vestibularis → diteruskan ke nukleus vestibularis (terletak pada pertemuan medulla oblongata dan pons) →cerebelum (otak kecil)

Keseimbangan Statis
  • Keseimbangan statis adalah kesadaran akan posisi kepala terhadap gaya gravitasi jika tubuh tidak bergerak
  • Termasuk kesadaran untuk merespon perubahan dalam percepatan linear: yaitu kecepatan dan arah pergerakan kepala dan tubuh dalam suatu garis lurus
  • Reseptor keseimbangan statis adalah: makula yang terdapat dalam utrikulus dan sakulus

Keseimbangan Dinamis
  • Keseimbangan dinamis adalah kesadaran akan posisi kepala saat merespon gerakan anguler atau rotasi
  • Reseptor keseimbangan dinamis adalah: ampula, didalam ampula terdapat krista
  • Krista terdiri sel penunjang dan sel rambut yang menonjol membentuk lapisan gelatin yang disebut kupula
  • Gerakan kepala menyebabkan endolimfe dalam saluran semisirkularis menggerakan kupula

Kelainan Vestibularis
  • Vertigo : kelainan atau penyakit pada organ keseimbangan
  • Mabuk kendaraan : adalah akibat gangguan pada labirin oleh gerakan yang berulang ulang dari endolymphe

Tugas Individu
  • Apa yang menyebabkan nafsu makan menurun pada orang yang menderita batuk pilek?
  • Bagaimana cara membedakan penderita tuli akibat tuli hantar dan tuli saraf?
More aboutFISOLOGI PANCAINDERA 1

DESA SIAGA

Posted by ReTRo on Thursday, April 8, 2010

Apa Itu Desa Siaga
  • Desa siaga adalah desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mengatasi masalah2 kesehatan secara mandiri dlm rangka mewujudkan desa sehat
  • Desa siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat

Ancaman kesehatan masyarakat dapat berupa:
  • Kurang gizi
  • Penyakit menular
  • Penyakit berpotensi KLB/wabah
  • Bencana
  • Kecelakaan

Pengembangan desa siaga mencakup:
  • Mendekatkan pel kes kpd masyarakat
  • Menyiapkan masy menghadapi masalah kes
  • Memandirikan masy dalam mengembangkan PHBS
  • Inti kegiatan desa siaga adalah: memberdayakan masyarakat agar sadar, mau dan mampu untuk hidup sehat

  • Pengembangan desa sehat diperlukan langkah edukatif → memfasilitasi masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran menghadapi maslah kesehatan
  • Desa siaga dikembangkan dari UKBM (Posyandu, Pos Obat Desa, Polindes, Poskestren, Dana sehat) sebagi embrio desa siaga

Desa Siaga Basis Indonesia Sehat




Tujuan Desa Siaga
  • Umum: Mewujudkan masyarakat desa yang sehat, serta peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya
Khusus:
  • Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan
  • Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap risiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana, wabah, kegawat-daruratan)
  • Meningkatkan kel sadar gizi dan melaksanakan PHBS
  • Meningkatkan kesehatan lingkungan di desa
  • Meningkatkan kemampuan dan kemauan masyarakat desa untuk menolong diri sendiri di bidang kesehatan

Sasaran Pengembangan Desa Siaga
  • Semua individu dan keluarga di desa
  • Pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga (Toga, Toma, tokoh perempuan, kader, petugas kesehatan)
Pihak yang diharapkan dapat memberi dukungan kebijakan (camat, pejabat terkait, donatur)

Kriteria Desa Siaga
  • Sebuah desa dikatakan telah menjadi desa siaga apabila desa tsb telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)
  • Poskesdes adalah upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/menyediakan PKD bagi masyarakat desa

Ciri Pokok Desa Siaga
  • Memiliki Pos Kesehatan Desa (poskesdes) sbg UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat), (dapat dikembangkan dari Pondok Bersalin Desa) yang juga berfungsi memberikan pelayanan kesehatan dasar.
  • Memiliki sistem surveilans (penyakit, gizi, kesling, & PHBS) berbasis masyarakat yang berfungsi dengan baik
  • Memiliki sistem pelayanan gawat darurat (safe community) berbasis masyarakat yang berfungsi dengan baik
  • Memiliki sistem pembiayaan kesehatan berbasis masyarakat (mandiri dalam pembiayaan kesehatan)
  • Masyarakat berperilaku hidup bersih & sehat (PHBS) & menyelenggarakan UKBM2 yang diperlukan

Suberdaya Poskesdes
  • Poskesdes diselenggarakan oleh tenaga kesehatan (minimal seorang bidan) dengan dibantu oleh sekurang-kurangnya dua orang kader
  • Sarana poskesdes: bangunan, perlengkapan dan peralatan kesehatan juga alat komunikasi (telepon, ponsel atau kurir)

Proses Pemecahan Masalah
  • Mengidentifikasi masalah, penyebab masalah, sumberdaya untuk mengatasi maslah
  • Mendiagnosis masalah dan merumuskan alternatif pemecahan masalah
  • Menetapkan alternatif pemecahan masalah, merencanakan dan melaksanakan
  • Memantau, mengevaluasi dan membina kelestarian upaya-upaya yg telah dilakukan

Langkah Pengembangan Desa Siaga
  • Pengembangan Tim petugas (sosialisasi, pertemuan atau pelatihan) → petugas faham tugas dan fungsinya
  • Pengembangan Tim di Masyarakat (petugas, tokoh masyarakat dan masyarakat) bertekat mengembangkan desa siaga
  • Survei Mawas Diri (SMD) atau Telaah Mawas Diri (TMD) atau Community Self Survey (CSS) → tokoh masyarakat mampu melakukan telaah mawas diri untuk desanya → sadar akan masalah di desanya → bangkit mencari solusi
  • Output SMD → identifikasi masalah serta potensi mengatasi masalah
  • Musyawarah Masyarakat Desa (MSD) → mencari alternatif pemecahan masalah dan upaya membangun Poskesdes
  • Pelaksanaan kegiatan:
  • Pemilihan pengurus dan kader desa siaga
  • Orientasi/pelatihan kader desa siaga
  • Pengembangan Poskesdes dari UKBM
  • Penyelenggaraan kegiatan desa siaga
  • Pembinaan dan peningkatan

Kegiatan Desa Siaga
  • Pengembangan sistem surveilan berbasis masyarakat
  • Pengembangan kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana
  • Pemberantasan penyakit menular dan penyakit yang potensi menimbulkan KLB
  • Penggalangan dana
  • Pemberdayaan masyarakat menuju kadarzi dan PHBS
  • Penyehatan lingkungan
  • Pelayanan kesehatan dasar
  • Pelayanan UKBM lain (Posyandu)

Indikator Keberhasilan
  1. Indikator input
  2. Indikator proses
  3. Indikator output
  4. Indikator outcome

Indikator Input
  • Ada/tidaknya Forum Masyarakat desa
  • Ada/tidaknya Poskesdes dan sarana bangunan serta pelengkapan/peralatanya
  • Ada/tidaknya UKBM yang dibutuhkan masyarakat
  • Ada/tidaknya tenaga kesehatan (minimal bidan)

Indikator Proses
  • Frekuensi pertemuan Forum Masyarakat Desa
  • Berfungsi/tidaknya Poskesdes
  • Berfungsi/tidaknya UKBM yang ada
  • Berfungsi/tidaknya sistem kegawatdaruratan dan penanggulangan bencana
  • Berfungsi/tidaknya sistem surveilan berbasis masyarakat
  • Ada/tidaknya kegiatan kunjungan rumah untuk kadarzi dan PHBS

Indikator Output
  • Cakupan PKD Poskesdes
  • Cakupan pelayanan UKBM lainya
  • Jumlah kasus kegawatdaruratan dan KLB yang dilaporkan
  • Cakupan rumah tangga yg mendapat kunjungan rumah ntuk kadarzi dan PHBS

Indikator Outcome
  • Jumlah penduduk yang menderita sakit
  • Jumlah penduduk yang menderita gangguan jiwa
  • Jumlah ibu melahirkan yang meninggal
  • Jumlah bayi dan balita yang meninggal
  • Jumlah balita dengan gizi buruk
More aboutDESA SIAGA

MASALAH KESEHATAN DI INDONESIA

Posted by ReTRo on Tuesday, April 6, 2010

Dr. Suparyanto, M.Kes

Masalah Kesehatan di Indonesia
1. Derajat Kesehatan
2. Kerjasama Lintas Sektoral
3. Kebijakan Pembangunan Kesehatan
4. Sistem Pembiayaan Pembangunan Kesehatan
5. Penyelenggaraan Pembangunan Kesehatan
6. Mutu Sarana Kesehatan
7. Tenaga Kesehatan
8. Perbekalan Kesehatan

Derajat Kesehatan
  • Morbiditas beberapa penyakit menular cenderung meningkat, seperti malaria, demam berdarah dan HIV/AIDS.
  • Makin terbukanya Indonesia terhadap dunia luar dan kemudahan transportasi → potensi import penyakit menular yang dewasa ini belum terdapat di Indonesia.
  • Penyakit degeneratif, penyakit tidak menular, dan kecelakaan lalu lintas juga cenderung meningkat.
  • Masalah kebutaan juga menunjukkan peningkatan secara cukup bermakna.
  • Masalah diatas akan mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat dimasa yang akan datang yang memerlukan langkah-langkah penanganan yang optimal.

Kerjasama Lintas Sektor
  • Masalah kesehatan adalah merupakan masalah nasional perlu kerjasama lintas sektor
  • Isu utamanya adalah bagaimana upaya untuk meningkatkan kerjasama lintas sektor yang lebih efektif (selama ini cenderung, kurang koordinasi dan kerjasama)
  • Pembangunan kesehatan yang dijalankan selama in hasilnya belum optimal karena kurangnya dukungan lintas sektor.
  • Beberapa program sektoral masih ada yang tidak atau kurang berwawasan kesehatan sehingga memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat.
  • Sebagian dari masalah kesehatan adalah akibat dari beberapa faktor, terutama lingkungan dan perilaku, berkaitan erat dengan berbagai kebijaksanaan maupun pelaksanaan program di sektor luar kesehatan.
  • Untuk itu diperlukan pendekatan lintas sektor yang sangat baik, agar sektor terkait dapat selalu memperhitungkan dampak programnya terhadap kesehatan masyarakat.
  • Demikian pula peningkatan upaya dan manajemen pelayanan kesehatan tidak dapat terlepas dari peran sektor-sektor yang membidangi pembiayaan, pemerintahan dan pembangunan daerah, ketenagaan, pendidikan, perdagangan, dan sosial budaya.
  • Subsidi pemerintah hanya 30 persen dari total biaya kesehatan, sedangkan 70 persen biaya kesehatan masih merupakan tanggung jawab masyarakat, dan didominasi oleh sistem pembayaran tunai secara individual.
  • Dampak dari keadaan tersebut diatas adalah kesulitan dalam menerapkan kebijakan kendali biaya dan juga memberatkan pemakai jasa pelayanan.
  • Padahal biaya kesehatan cenderung akan semakin meningkat dan menjadi tidak terjangkau apabila pola pembiayaan seperti diuraikan diatas masih terus berlangsung.

Penyelenggaraan Pembangunan Kesehatan
  • Pola penentuan kebijakan dan pola pembiayaan yang telah diterapkan selama ini berpengaruh sangat kuat terhadap penyelenggaraan pembangunan kesehatan.
  • Mutu pelayanan kesehatan yang baik dan sesuai dengan standar yang berlaku sulit diperoleh, terutama bagi masyarakat miskin dan masyarakat yang berada di daerah terpencil.
  • Penyelenggaran pembangunan kesehatan masih belum ditopang oleh pemanfaatan kemajuan ilmu dan teknologi yang tepat guna.
  • Penyelenggara pembangunan kesehatan masih belum sepenuhnya menerapkan etika dan moral yang tinggi.
  • Dampak dari kondisi tersebut adalah penyelenggaraan pembangunan kesehatan di Indonesia yang belum sepenuhnya dilaksanakan secara profesional.

Mutu Sarana Kesehatan
  • Sekalipun jumlah dan penyebaran sarana kesehatan dinilai telah memadai, namun jika ditinjau dari aspek mutu, pelayanan masih dibawah standar.
  • Beberapa sarana kesehatan lainnya, seperti rumah sakit belum memenuhi standar minimal.
  • Dalam keadaan seperti ini, mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan menjadi masih jauh dari yang diharapkan.
  • Iklim yang kondusif bagi peningkatan peran serta swasta baik dari dalam negeri maupun luar negeri dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan belum tercipta secara optimal.
  • Birokrasi dalam segi perijinan dan peraturan yang harus ditempuh seakan-akan menghambat partisipasi sektor swasta dalam pembangunan kesehatan.

Tenaga Kesehatan
  • Masalah tenaga kesehatan Indonesia:
  • Penyebaran yang belum merata,
  • Mutu pendidikan yang belum memadai,
  • Komposisi tenaga kesehatan yang timpang karena masih sangat didominasi oleh tenaga medis serta
  • Kinerja dan produktivitas yang rendah.
  • Koordinasi lintas sektor khususnya dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal peningkatan jumlah lulusan 4 dokter spesialis dasar yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit kabupaten untuk meningkatkan mutu pelayanannya masih kurang.
  • Disamping itu, diperlukan juga tinjauan dan penataan ulang sistem pendidikan tenaga kesehatan lainnya baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta.
  • Isu pengembangan tenaga kesehatan adalah pendayagunaan tenaga, dimana distribusi tenaga yang tidak merata menjadi masalah utama.
  • Pengembangan karier tenaga sangat perlu dikembangkan, yang meliputi tenaga sektor publik dan tenaga kesehatan sektor swasta.
  • Semua upaya diatas memerlukan dukungan sistem informasi tenaga yang menyeluruh, terpadu dan berdaya guna.

Perbekalan Kesehatan
  • Sebagian besar bahan baku obat untuk keperluan industri farmasi dan alat kesehatan yang berteknologi maju masih tergantung dari impor yang menyebabkan harganya meningkat karena depresiasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
  • Aksesibilitas masyarakat yang membutuhkan, diupayakan dengan pola penyediaan obat dalam dua jalur yaitu jalur pelayanan sektor publik dan sektor swasta.
  • Di sektor publik pengelolaan obat yang efisien, pengadaan, perencanaan terpadu di Dati II dan distribusi obat langsung di GFK merupakan hal yang mutlak.
  • Kemampuan analisis kebutuhan obat esensial yang menggunakan pendekatan bottom up planning sesuai dengan pola penyakit merupakan masalah utama.
  • Disamping itu terdapat pula masalah kompleksitas koordinasi.
  • Masalah lain adalah yang menyangkut pemeliharaan perbekalan kesehatan, disamping standarisasi dan kaliberasi alat-alat yang digunakan.

    More aboutMASALAH KESEHATAN DI INDONESIA

    OBAT OTONOMIK

    Posted by ReTRo

    Dr. Suparyanto, M.Kes

    Apa Itu Obat Otonomik
    • Obat otonomik adalah obat yang mempunyai efek memperbesar/ menghambat aktivitas SSO (simpatik dan parasimpatik)

    Macam SSO dan Reseptor
    SSO dibagi dua divisi:
    • Sistem parasimpatik: cranio sacral division (ujung saraf mengeluarkan asetilkolin → kolinergik)
    • Sistem simpatik: thoracal lumbar division (ujung saraf mengeluarkan norepineprin (dulu diduga adrenalin → adrenergik)
    • Reseptor adrenergik: alfa (1,2); beta (1,2,3)
    • Reseptor kolinergik: muskarinik, nikotinik

    Penggolongan
    1. Parasimpatomimetik atau kolinergik → mempunyai efek seperti asetilkolin (parasimpatik)
    2. Parasimpatolitik atau penghambat/antagonis kolinergik → menghambat efek asetilkolin
    3. Simpatomimetik atau adrenergik → efek seperti norepineprin (simpatik)
    4. Simpatolitik atau penghambat/antagonis adrenergik → menghambat efek norepineprin (mencegah respon pd reseptor)

    Kolinergik
    • Kolinergik: merangsang sistem parasimpatis
    Ada 2 macam reseptor kolinergik:
    • Reseptor muskarinik: merangsang otot polos dan memperlambat denyut jantung
    • Reseptor nikotinik/ neuromuskular → mempengaruhi otot rangka

    Penggolongan Kolinergik
    • Cholinester (asetil kolin, metakolin, karbakol, betanekol)
    • Cholinesterase inhibitor (eserin, prostigmin, dilsopropil fluorofosfat)
    • Alkaloid yang berkasiat seperti asetikolin (muskarin, pilokarpin, arekolin)
    • Obat kolinergik lain ( metoklopramid, sisaprid)

    Farmakodinamik Kolinergik
    • Meningkatkan TD
    • Meningkatkan denyut nadi
    • Meningkatkan kontraksi saluran kemih
    • Meningkatkan peristaltik
    • Konstriksi bronkiolus (kontra indikasi asma bronkiolus)
    • Konstriksi pupil mata (miosis)
    • Antikolinesterase: meningkatkan tonus otot

    Efek Samping
    • Asma bronkial dan ulcus peptikum (kontraindikasi)
    • Iskemia jantung, fibrilasi atrium
    • Toksin; antidotum → atropin dan epineprin

    Indikasi
    • Ester kolin: tidak digunakan pengobatan (efek luas dan singkat), meteorismus, (kembung), retensio urine, glaukoma, paralitic ileus, intoksikasi atropin/ alkaloid beladona, faeokromositoma
    • Antikolinesterase: atonia otot polos (pasca bedah, toksik), miotika (setelah pemberian atropin pd funduskopi), diagnosis dan pengobatan miastemia gravis (defisiensi kolinergik sinap), penyakit Alzheimer (defisiensi kolinergik sentral)

    Intoksikasi
    • Efek muskarinik: mata hiperemis, miosis kuat, bronkostriksi, laringospasme, rinitis alergika, salivasi, muntah, diare, keringat berlebih
    • Efek nikotinik: otot rangka lumpuh
    • Efek kelainan sentral: ataksia, hilangnya refleks, bingung, sukar bicara, konvulsi, koma, nafas Cheyne Stokes, lumpuh nafas

    Alkaloid Tumbuhan
    Tumbuhannya:
    • Muskarin (jamur Amanita muscaria),
    • Pilokarpin (Pilocarpus jaborandi dan P.microphyllus)
    • Arekolin (Areca catechu = pinang)
    • Efek umumnya muskarinik
    • Intoksikasi: bingung, koma, konvulsi
    • Indikasi: midriasis (pilokarpin)

    Obat Kolinergik Lain
    • Metoklopramid: digunakan untuk memperlancar jalanya kontras radiologik, mencegah dan mengurangi muntah
    • Kontraindikasi: obstruksi, perdarahan, perforasi sal cerna, epilepsi, gangguan ektrapiramidal
    • Sisaprid: untuk refluk gastroesofagial, gangguan mobilitas gaster, dispepsia
    • Efek samping: kolik, diare

    Obat Anti Kolinergik
    • Obat parasimpatolitik adalah obat yang menghambat efek kolinergik yang muscarik, tidak efek nikotinik → karena itu juga disebut antimuskarinik/ antagonis kolinergik/ antispasmodik
    • Macam obat antimuskarinik:
    • Alkaloid beladona (atropin)
    • Obat sintetik mirip atropin: homatropin, skopolamin, metantelin, oksifenonium, karamifen, triheksifenidil, ipratropium, pirenzepin

    Efek Anti Kolinergik
    • Meningkatkan denyut nadi
    • Mengurangi sekresi mukus
    • Menurunkan peristaltik
    • Meningkatkan retensi urine
    • Dilatasi pupil mata (midriasis)

    Atropin
    • Atropin memblok asetilkolin endogen maupun eksogen
    • SSP → merangsang n.vagus → frekuensi jantung berkurang
    • Mata → midriasis
    • Saluran nafas → mengurangi sekret hidung, mulut, farink dan bronkus
    • Kardiovaskuler → frekuensi berkurang

    • Saluran cerna → antispasmodik (menghambat peristaltik lambung dan usus)
    • Otot polos → dilatasi saluran kemih
    • Eksokrin → saliva, bronkus, keringat → kering
    • Atropin mudah diserap, hati2 untuk tetes mata → masuk hidung → absorbsi sistemik → keracunan

    • Efek samping: mulut kering, gangguan miksi, meteorismus, dimensia, retensio urin, muka merah
    • Gejala keracunan: pusing, mulut kering, tidak dapat menelan, sukar bicara, haus, kabur, midriasis, fotopobia, kulit kering dan panas, demam, jantung tachicardi, TD naik, meteorismus, bising usus hilang, oligouria/anuria, inkoordinasi, eksitasi, bingung, delirium, halusinasi
    • Diagnosis keracunan: gejala sentral, midriasis, kulit merah kering, tachikardi

    • Antidotum keracunan: fisostigmin 2 – 4 mg sc → dapat menghilangkan efek SSP dan anhidrosis
    • Dosis atropin: 0,25 – 1 mg
    • Indikasi: parkinsonisme, menimbulkan midriasis (funduskopi), antispasmodik, mengurangi sekresi lendir sal nafas (rinitis), medikasi preanestetik (mengurangi lendir sal nafas)

    Adrenergik
    • Obat simpatomimetik disebut adrenergik/ agonis adrenergik → memulai respon pada tempat reseptor adrenergik
    • Reseptor adrenergik: alfa, beta1 dan beta2
    • Norepineprin dilepaskan oleh ujung saraf simpatis → merangsang reseptor untuk menimbulkan respon

    Efek Adrenergik
    Alfa1:
    • Meningkatkatkan kontraksi jantung
    • Vasokontriksi: meningkatkan tekanan darah
    • Midriasis: dilatasi pupil mata
    • Kelenjar saliva: pengurangan sekresi
    Alfa2:
    • Menghambat pelepasan norepineprin
    • Dilatasi pembuluh darah (hipotensi)

    Beta1:
    • Meningkatkan denyut jantung
    • Menguatkan kontraksi
    Beta2:
    • Dilatasi bronkiolus
    • Relaksasi peristaltik GI dan uterus

    Contoh Obat Adrenergik
    • Epineprin
    • Norepineprin
    • Isoproterenol
    • Dopamin
    • Dobutamin
    • Amfetamin
    • Metamfenamin
    • Efedrin
    • Metoksamin
    • Fenilefrin
    • Mefentermin
    • Metaraminol
    • Fenilpropanolamin
    • Hidroksiamfetamin
    • Etilnorepineprin

    Efineprin
    • Absorpsi: peroral tidak efektif , dirusak oleh enzim di usus dan hati, sub kutan lambat karena vasokonstriksi, im cepat
    • Intoksikasi: takut, kawatir, gelisah, tegang, nyeri kepala berdenyut, tremor, lemah, pusing, pucat, sukar nafas, palpitasi

    • Efek samping: takut, kawatir, gelisah, tegang, nyeri kepala berdenyut, tremor, rasa lemah, pusing, pucat, sukar nafas, palpitasi, hipertensi, perdarahan otak, hemiplegia, aritmia dan fibrilasi ventrikel
    • Kontraindikasi: penderita yang dapat alfa bloker non selektif → kerjanya tidak terimbangi pada reseptor alfa pembuluh darah → hipertensi hebat dan perdarahan otak

    • Penggunaan klinis: asma, alergi
    Sediaan:
    • Suntikan: lar 1:1000 epi HCl (untuk syok → sk 0,2 – 0,5 ml)
    • Inhalasi: epi 1%, 2% → asma
    • Tetes mata: epi 0,1 – 2%

    Obat Simpatolitik
    • Obat simpatolitik adalah obat yang menghambat efek obat simpatomimetik atau penghambat /antagonis adrenergik

    Efek Simpatolitik
    • Menurunkan tekanan darah (vasodilatasi)
    • Menurunkan denyut nadi
    • Konstriksi bronkiolus
    • Kontraksi uterus
    • Reseptor adrenergik: alfa1, beta1 dan beta2

    Penggolongan Simpatoplegik
    Antagonis adrenoseptor alfa (alfa bloker)
    • Alfa bloker non selektif
    • Alfa1 bloker selektif
    • Alfa2 bloker selektif
    Antagonis adrenoseptor beta (beta bloker)
    Penghambat saraf adrenergik
    • Guanetidin dan guanedrel
    • Reserpin
    • Metirosin

    Alfa Blocker
    • Alfa bloker menduduki adrenoseptor alfa sehingga menghalangi untuk berinteraksi dengan obat adrenergik atau rangsangan adrenergik
    • Efek vasodilatasi → TD turun, dan terjadi reflek stimulasi jantung
    • Efek samping: hipotensi postural
    • Penggunaan klinis: feokromositoma (tumor anak ginjal → sekresi NE dan epi ke sirkulasi), BPH → menghambat dihidrotestosteron yang merangsang pertumbuhan prostat

    Beta Blocker
    • Menghambat secara kompetitif obat adrenergik NE dan Epi (eksogen dan endogen) pada adrenosptor beta
    • Asebutolol, metoprolol, atenolol dan bisoprolol → beta bloker kardioselektif (afinitas lebih tinggi pada reseptor beta1 daripada beta2)
    • Efek: denjut dan kontraksi jantung ↓, TD ↓,
    • Sediaan: propanolol, alprenolol, oksprenolol, metoprolol, bisoprolol, asebutolol, pindolol, nadolol, atenolol

    • Efek samping: gagal jantung, bradiaritmia, bronkospasme, gangguan sirkulasi perifer, gejala putus obat (infark, aritmia), hipoglikemia, gangguan tidur, mimpi buruk, insomnia
    • Penggunaan klinis: angina pectoris, aritmia, hipertensi, infark miokard, kardiomiopati obstruktif hipertropik, feokromositoma, tirotoksikosis, migren, glaukoma, ansietas

    Penghambat Saraf Adrenergik
    • Menghambat aktivitas saraf adrenergik berdasar gangguan sintesis, atau penyimpanan dan pelepasan neurotransmiter di ujung saraf adrenergik
    • Sediaan; guanetidin, guanadrel, reserpin, metirosin

    Obat Pelumpuh Otot
    • Obat ini digunakan untuk mengadakan relaksasi otot bergaris (reposisi tulang), atau untuk menangkap binatang buas hidup2
    • Cara kerja: kompetitif antagonis dengan asetilkolin pada reseptor nikotinik di motor end plate
    • Contoh: d-tubocurarine, gallamine, pancuronium, succinilkolin, decametonium, metokurin, vekuronium, atrakurium, alkuronium, heksafluorenium

    Referensi
    • Deglin, Vallerand, 2005, Pedoman Obat Untuk Perawat, Jakarta, EGC
    • Ganiswarna, 1995, Farmakologi dan Terapi, Jakarta, FKUI
    • Kee, Hayes, 1996, Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan, Jakarta, EGC
    More aboutOBAT OTONOMIK