Google Backlink Checker

Posted by ReTRo on Friday, September 30, 2011

Blogger Bodoh :- SEO :  Berikut ini sebuah cara untuk mengetahui jumlah backlink blog kamu. Hal ini penting untuk memonitoring jumlah backlink blog kita. Sebagian besar Blog selalu memantau aktivitas blog-nya dengan melakukan backlink cheker. Tetapi banyak situs backlink cheker yang membatasi limit sebuah URL untuk di lihat berapa jumlah backlink-nya.

Seperti situs linkwacth yang memberikan batasan berapa kali situs mereka bisa di gunakan untuk melakukan pemeriksaan atas sebuah URL dalam tiap bulannya. Seperti bulan kemarin, URL Blogger Bodoh sudah tidak bisa lagi di periksa sampai dengan tanggal 25 saja.

Berikut ini sebuah kolom yang bisa kamu gunakan untuk melihat backlink blog kamu tanpa mengenal limit berapa kali kamu melakukan pemeriksaan backlink (Backlink Checker). Mudah-mudahan bermanfaat !

To Compare Backlinks Enter Each URL on a New Line



More aboutGoogle Backlink Checker

Tingkatkan Traffic Dengan Feed Submiter

Posted by ReTRo

Blooger Bodoh - Blogging : Traffic merupakan hal paling penting dari sebuah blog. Kegiatan SEO, Update Artikel, blogwalking, tukar link, submit artikel dll adalah untuk mendatangkan traffic. Seperti yang pernah saya katakan di dalam kegiatan blogging "Times Is Money" tidak berlaku tapi yang ada adalah "Traffic Is Money"

Berikut ini salah satu untuk meningkatkan traffic melalui feed submiter. Ada berbagai feed submiter yang bisa kamu gunakan. ada yang memberikan backlink ada juga yang tidak. Namun demi traffic, semua itu harus kita lakukan, itung-itung sebagai tabungan.

Ini adalah salah satu feed submiter yang cukup banyak di gunakan oleh blogger dalam meningkatkan trafficnya yaitu feedcat. Dan jika ingin mendaftar di situs ini silahkan kunjungi linknya di http://www.feedcat.net/.

Pendaftaran gratis, silahkan melakukan registrasi terlebih dahulu, lengkapi semua kolom yang di sediakan lalu klick tombol sign in. Lakukan konfirmasi email, klick link yang di kirim dalam email.

Lengkapi lagi kolom yang di siapkan, untuk kolom reciprocal baiknya pasang terlebih dahulu banner atu link feedcat di blog kamu dan publish. Link tempat kamu menempatkan banner atau link feedcat, itulah yang kamu masukkan dalam kolom reciprocal. Setelah semua selesai lakukan submit.

Team dari feedcat akan melakukan pemeriksaan kebenarn atas link reciprocal kamu yang mungkin 14 hari kerja. Biarkan tetap seperti itu lalu tunggu saja hasilnya.

Semoga tutorial ini membatu. Walau kurang jelas saya yakin sobat blogger pasti mengerti !
More aboutTingkatkan Traffic Dengan Feed Submiter

MANFAAT SUSU BAGI TUBUH

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes

MANFAAT SUSU BAGI TUBUH

1. PENGERTIAN
  1. Susu adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar susu (mamae), baik dari binatang maupun dari buah dada seorang ibu. Air susu ibu biasa dikenal dengan ASI, sedangkan susu hewan atau susu tiruan sebagai pengganti susu ibu disebut Pengganti Air Susu Ibu atau PASI pada umumnya adalah air susu dari berbagai binatang ternak, misalnya sapi, kerbau, kambing dan ada pula yang mempergunakan air susu unta atau kuda (Sediaoetama, 2006).
  2. Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia betina. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia (Wikipedia, 2009).
  3. Dalam SK Dirjen Peternakan No. 17 Tahun 1983, dijelaskan definisi susu adalah susu sapi yang meliputi susu segar, susu murni, susu pasteurisasi, dan susu sterilisasi. Susu segar adalah susu murni yang tidak mengalami proses pemanasan. Susu murni adalah cairan yang berasal dari ambing sapi sehat. Susu murni diperoleh dengan cara pemerahan yang benar, tanpa mengurangi atau menambah sesuatu komponen atau bahan lain (Aziz, 2007).

2.MANFAAT SUSU
  • Menurut Aziz (2007), susu memiliki manfaat sebagai berikut :
a. Untuk Tulang
  • Selain merupakan bagian dari makanan 4 sehat 5 sempurna, ternyata susu juga memiliki cukup banyak manfaat bagi kita. Dengan mengkonsumsi susu, tulang kita dapat terlindungi dari pengeroposan tulang atau lebih dikenal dengan osteoporosis, juga membantu pembentukan otot. Ternyata, bukan hanya untuk membantu pembentukan otot saja, namun juga menjaga otot tersebut terkena cedera, oleh karena itu para atlet biasanya meminum susu, yang salah satunya adalah untuk menghindari kerentanan cedera otot itu sendiri.
b. Mengurangi Keluhan Insomnia
  • Susu juga bermanfaat untuk mencegah insomnia dan meningkatkan kualitas tidur, serta meningkatkan kewaspadaan di kemudian hari, hal ini didasarkan atas sebuah studi yang baru-baru ini dipublikasikan di Amerika Jurnal of Clinical Nutrition, dikatakan juga dengan mengkonsumsi susu sebelum tidur, bukan hanya kualitas tidur kita yang baik, namun juga ketika bangun kita tidak akan merasa lelah, dan tidak ada efek sampingnya, tidak seperti jika kita mengkonsumsi obat tidur.
c. Menghindari Pengeroposan Gigi
  • Berkaitan dengan kandungan vitamin D yang terkandung dalam susu, bukan hanya tulang yang dilindungi dari pengeroposan, namun juga gigi kita. Dengan rajinnya kita mengkonsumsi susu, gigi kita akan terlindungi dari kerusakan atau kebusukan gigi, dan juga menjadi lebih kuat. Tentu saja, hal ini juga harus diiringi dengan rajinnya kita menggosok gigi secara teratur, agar mendapatkan hasil yang maksimal.
d. Mengurangi Resiko Kanker Usus
  • Ternyata, susu juga membantu kita mengurangi resiko terkena kanker usus. Kanker usus adalah penyakit ketiga yang menjadi penyebab kematian di seluruh dunia, dan berdasarkan sebuah penelitian, mengkonsumsi 16 ons susu sehari dapat mengurangi resiko terkena kanker usus sebesar 12 %. Terlepas dari kontroversi bahwa susu sapi mengandung jumlah kalsium dibandingkan susu yang berasal dari mamalia lainnya, minum susu tampaknya sudah merupakan kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi oleh kita.

Menurut Melani (2007), manfaat dari susu adalah sebagai berikut :
  1. Mencegah osteoporosis dan menjaga tulang tetap kuat. Bagi anak-anak, susu berfungsi untuk pertumbuhan tulang yang membuat anak menjadi bertambah tinggi.
  2. Menurunkan tekanan darah.
  3. Mencegah kerusakan gigi dan menjaga kesehatan mulut. Susu mampu mengurangi keasaman mulut, merangsang air liur, mengurangi plak dan mencegah gigi berlubang.
  4. Menetralisir racun seperti logam atau timah yang mungkin terkandung dalam makanan.
  5. Mencegah terjadinya kanker kolon atau kanker usus.
  6. Mencegah diabetes tipe 2.
  7. Mempercantik kulit, membuatnya lebih bersinar.
  8. Membantu agar lebih cepat tidur. Hal ini karena kandungan susu akan merangsang hormon melatonin yang akan membuat tubuh mengantuk.

3. JENIS PRODUK SUSU
  • Menurut Melani (2007) jenis produk susu ada berbagai macam, yaitu :
  1. Full cream: Mengandung 4% lemak dan umumnya banyak mengandung vitamin A dan vitamin D.
  2. Low fat: Susu rendah lemak, karena kandungan lemaknya hanya setengah dari susu full cream.
  3. Skim: Susu yang kandungan lemaknya lebih sedikit lagi, kurang dari 1%.
  4. Susu evaporasi: Susu evaporsi yaitu susu yang telah diuapkan sebagian airnya sehingga menjadi kental. Mirip dengan susu kental manis, tetepi susu jenis ini rasanya tawar.
  5. Susu pasteur: Susu yang melalui proses pasteurisais (dipanaskan) 65° sampai 80° C selama 15 detik untuk membunuh bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit.
  6. Flavoured: Sebenarnya susu full cream atau low fat yang ditambahkan rasa tertentu untuk variasi, misalnya kandungan gula yang lebih banyak karena penambahan rasa ini.
  7. Calcium enriched: Susu yang ditambah dengan kandungan kalsium dan kandungan lemaknya telah dikurangi.
  8. UHT: Merupakan singkatan dari Ultra-High Temperature-Treated. Susu jenis ini adalah susu yang dipanaskan dalam suhu tinggi (140° C) selama 2 detik yang kemudian langsung dimasukkan dalam karton kedap udara. Susu ini dapat disimpan untuk waktu yang lama.
  9. CLA: Susu ini bermanfaat bagi orang yang ingin merampingkan tubuh. Kepanjangan dari CLA adalah Conjugated Linoleic Acid yang akan membantu dalam pembentukan otot dan mempercepat pembakaran lemak.

4. KOMPOSISI KANDUNGAN GIZI DALAM SUSU
  • Dalam susu terdapat berbagai jenis zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Menurut Sediaoetama (2006) kandungan atau komposisi dari susu banyak, baik dari susu sapi, kerbau maupun kambing.
Tabel 2.1 Komposisi zat gizi dalam air susu berbagai jenis hewan dalam 100 g zat gizi

No. Kandungan zat gizi Sapi Kerbau Kambing
1. Protein 3.2 6.3 4.3
2. Lemak 3.5 12.3 2.3
3. Karbohidrat 4.3 7.1 6.6
4. Vitamin A 130 SI 80 SI 125 SI
5. Thiamin 0.03 mg 0.04 mg 0.06 mg
6. Ca 143 mg 216 mg 98 mg
7. Fe 1.7 mg 0.2 mg 2.7 mg
8. Kalori 61 160 64
Sumber Sediaoetama, 2006

  • Pada dasarnya kandungan atau komposisi ASI maupun air susu sapi adalah sama, hanya yang membedakan adalah seberapa banyak zat gizi tersebut terkandung dalam ASI maupun air susu sapi (Nelson, 1999).

Tabel 2.2 komposisi susu sapi dan ASI dalam 100 g zat gizi

No Kandungan zat gizi ASI Susu Sapi

1. Kalori 747 (kkal/L) 701 (kkal/L)
2. Berat jenis 1.031 2.934
3. PH 7.01 6.6
4. Mineral
  • Natrium 0,172 (g/L) 0.768 (g/L)
  • Kalium 0.512 (g/L) 1.43 (g/L)
  • Kalsium 0.344 (g/L) 1.37 (g/L)
  • Magnesium 0.035 (g/L) 0.13 (g/L)
5. Protein 10.6 (g/L) 32.46 (g/L)
6. Asam amino total 12.8 (g/L) 33.0 (g/L)
  • Triptofan 0.19 (g/L) 0.6 (g/L)
  • Fenilalamin 0.40 (g/L) 1.8 (g/L)
7. Enzim Lisozim 390 (mg/L) 0.13 (mg/L)
8. Lactose 71 (g/L) 47 (g/L)
9. Lemak 45.4 (g/L) 38 (g/L)
10. Vitamin A 0.61 (mg/L) 0.27 (mg/L)
11. Vitamin B6 0.18 (mg/L) 0.51 (mg/L)
12. Vitamin D 4-100 (mg/L) 5-40 (mg/L)
13 . Thiamin 0,142 (mg/L) 0.43 (mg/L)
14. Riboflavin 0.373 (mg/L) 1.56 (mg/L)
15. Asam Folat 1.4 (µg/L) 1.3 (µg/L)
Sumber Nelson, 1999

5. Manfaat Kandungan Gizi Dalam Susu bagi Tubuh
  • Manfaat kandungan gizi dalam susu menurut Hasyim (2009)
a.Mineral
  • Mineral berfungsi dalam menambah kekuatan struktur tulang, gigi, dan kuku, serta dapat menambah daya tahan tubuh terhadap gangguan penyakit. Selain itu, mineral juga berfungsi dalam proses reproduksi pertumbuhan tulang mereka yang menuju dewasa.
1). Natrium
  • Fungsi natrium bagi tubuh antara lain membantu mempertahankan keseimbangan air, asam dan basa dalam cairan ekstraseluler, sebagai bahan penyusun dari cairan (getah) pankreas, empedu, dan keringat, berperan penting dalam kontraksi otot dan fungsi syaraf, dan memainkan peranan khusus dalam penyerapan karbohidrat.
2). Kalium
  • Kalium merupakan mineral zat mikro penting dalam gizi manusia. Kalium penting dalam penghantaran impuls saraf serta pembebasan tenaga dari pada protein, lemak, dan karbohidrat semasa metabolisme.
  • Memakan bermacam jenis makanan yang mengandung kalium adalah cara terbaik untuk memperoleh jumlah yang mencukupi. Individu sehat yang memakan gizi yang seimbang jarang sekali memerlukan makanan tambahan.
3). Kalsium
  • Mineral ini berguna untuk membentuk serta mempertahankan tulang dan gigi agar tetap sehat, mencegah osteoporosis, membantu proses pembekuan darah dan penyembuhan luka, menghantarkan sinyal ke dalam sel-sel saraf, mengatur kontraksi otot, membantu transport ion melalui kalsium, merupakan salah satu mineral yang memegang peran penting pada membran, serta sebagai komponen penting dalam produksi hormon dan enzim.
4). Magnesium
  • Fungsi magnesium adalah merelaksasi otot, apabila otot kaku, timbul rasa ngilu-ngilu yang membuat badan terasa sakit.

b. Protein
  • Manfaat protein bagi tubuh adalah sebagai :
  1. Baik untuk sistem pencernaan/lambung
  2. Memperkuat sistem daya tahan tubuh
  3. Membantu sistem pernafasan
  4. Menghasilkan hormon & enzim serta fungsi protein lainnya

c. Asam amino
  • Manfaat Asam Amino :
  1. Membentuk sel-sel baru
  2. Memperbaiki jaringan
  3. Membentuk anti bodi atau daya tahan tubuh
  4. Menyelaraskan enzim & hormon

d.Triptofan
  • Triptofan merangsang tubuh memproduksi “serotonin”. Serotonin berfungsi untuk menimbulkan rasa tenang dan rileks pada tubuh, sehingga rasa kantuk dapat segera muncul. Triptofan ini dapat memacu hormone melatonin yang bertugas mengatur jadwal istirahat tubuh. Melatonine merupakan hormone tidur yang terdapat dalam tubuh manusia, yang diproduksi oleh kelenjar pineal dalam otak dan dari tempat itu disuplai keseluruh sel tubuh, yang membawa informasi mengenai waktu (siang, malam, pagi) serta musim apa yang saat ini sedang berlangsung.
  • Sumber makanan penghasil Triptofan menurut Santoso (2011) :
  1. Susu : Minum susu sebelum tidur di malam hari merupakan kebiasaan yang baik. Hal ini akan membuat Anda untuk mendapatkan tidur yang nyenyak. Susu kedelai juga merupakan sumber triptofan yang cukup baik.
  2. Daging : Daging merah maupun daging berlemak seperti daging sapi, kambing, ayam dan kalkun memiliki kandungan triptofan yang cukup tinggi.
  3. Keju : Masukkan keju dalam diet harian Anda. Konsumsi jenis keju seperti keju cottage, cheddar, keju Swiss, tofu dan sebagainya.
  4. Makanan lainnya, buah-buahan seperti pisang, semua jenis kacang-kacangan, ikan, telur, yogurt, kuaci, dan wijen. Beras merah juga bisa menjadi pilihan yang baik untuk membantu meningkatkan triptofan dalam aliran darah.
  • Triptofan merupakan salah satu bagian dari asam amino esensial dan terkandunng dalam protein. Di dalam 100 gr protein terdapat 1 gr triptofan ( Sediaoetama, 2004).

Tabel 2.3 kandungan protein dan triptofan dalam susu

No. Nama Bahan Protein Triptofan

  1. Asi 1.5 gr 0.015 gr
  2. Susu kambing 4.3 gr 0.043 gr
  3. Susu kerbau 6.3 gr 0.063 gr
  4. Susu sapi 3.2 gr 0.032 gr
  5. Susu Kedelai 3.5 gr 0.035 gr
Sumber : Sediaoetama, 2004

e.Vitamin A
  • Vitamin A adalah vitamin yang dapat dipecahkan lemak dengan empat fungsi utama pada tubuh:
  1. Vitamin A membantu sel bereproduksi secara normal, sebuah proses yang disebut diferensiasi. Sel-sel yang tidak berdiferensiasi dengan seharusnya bisa berubah menjadi pra-kanker.
  2. Vitamin A diperlukan untuk penglihatan. Vitamin A menjaga kesehatan sel pada berbagai macam struktur mata dan diperlukan untuk transfer cahaya menjadi tanda-tanda syaraf di retina.
  3. Vitamin A diperlukan untuk pertumbuhan normal dan pengembangan embrio dan janin, mempengaruhi gen yang menentukan rangkaian perkembangan organ-organ pada perkembangan embrio.
  4. Vitamin A diperlukan untuk fungsi reproduksi normal, dengan pengaruh pada fungsi dan pembentukan sperma, indung telur dan plasenta.

f. Vitamin B
  • Vitamin B adalah kelompok vitamin yang larut dalam air. Vitamin B memegang peranan penting dalam metabolisme tubuh. Vitamin B pernah dianggap sebagai vitamin tunggal, disebut sebagai vitamin B (sebanyak orang menyebut vitamin C atau vitamin D). Kemudian dari hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin B ini memiliki perbedaan kimia yang berbeda yang sering hidup berdampingan di dalam makanan yang sama. Pada umumnya, suplemen yang mengandung semua jenis vitamin B disebut sebagai vitamin B kompleks. Masing-masing suplemen vitamin B disebut dengan nama khusus dari setiap vitamin (misalnya, B1, B2, B3 dll).
1). Vitamin B1
  • Vitamin B1 berperan dalam metabolisme energi dimana tiamin menjadi bagian dari ATP, yaitu sejenis koenzim yang dibutuhkan dalam metabolisme energi. Vitamin B1 juga berperan dalam menjaga kesehatan saraf dan otot.
2). Vitamin B2
  • Vitamin B2 bermanfaat dalam perannya dalam menghasilkan energi dan nutrisi. Peran vitamin B2 adalah sebagai koenzim seperti halnya vitamin B1. Riboflavin berperan pada tahap akhir dari metabolisme energi nutrisi tersebut.
3). Vitamin B6
  • Vitamin B6 berperan dalam metabolisme asam amino dan asam lemak. Vitamin B6 membantu tubuh untuk mensintesis asam amino non esensial. Selain itu juga berperan dalam produksi sel darah merah.

g. Vitamin D
  • Vitamin D termasuk vitamin yang larut dalam lemak, dan sangat diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan secara umum. Tapi, karena vitamin ini larut dalam lemak dan disimpan dalam sel-sel lemak tubuh, vitamin D bisa menjadi racun jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih.
  • Tapi, tidak perlu cemas, Anda tidak akan kelebihan vitamin D jika tidak menggunakan suplemen dosis tinggi. Jumlah vitamin D dari asupan makanan tidak akan melebihi kadar vitamin D yang diperlukan oleh hampir semua orang.
  • Vitamin D bisa ditemukan baik dalam bentuk aktif maupun pasif di dalam tubuh, dan calciferol merupakan bentuk yang aktif. Dalam bentuk yang tidak aktif, vitamin D berperan sebagai hormon karena mengirimkan tanda untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor dalam usus halus.

h. Zat Besi (Fe)
  • Salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah adalah zat besi. Secara alamiah zat besi diperoleh dari makanan. Kekurangan zat besi dalam menu makanan sehari-hari dapat menimbulkan penyakit anemia gizi atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit kurang darah.

i. Karbohidrat
  • Karbohirat merupakan zat organik yang terdiri atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah molekul gula-gula sederhana (simple sugars) dalam karbohidrat tersebut. Monosakarida, disakarida, dan polisakarida merupakan beberapa kelompok karbohidrat. Laktosa adalah karbohidrat utama susu dengan proporsi 4,6% dari total susu. Laktosa tergolong dalam disakarida yang disusun dua monosakarida, yaitu glukosa dan galaktosa. Rasa manis laktosa tidak semanis disakarida lainnya, seperti sukrosa. Rasa manis laktosa hanya seperenam kali rasa manis sukrosa.
  • Laktosa dapat memengaruhi tekanan osmosa susu, titik beku, dan titik didih. Keberadaan laktosa dalam susu merupakan salah satu keunikan dari susu itu sendiri, karena laktosa tidak terdapat di alam kecuali sebagai produk dari kelenjar susu. Laktosa merupakan zat makanan yang menyediakan energi bagi tubuh. Namun, laktosa ini harus dipecah menjadi glukosa dan galaktosa oleh enzim bernama laktase agar dapat diserap usus. Enzim laktase merupakan enzim usus yang digunakan untuk menyerap dan mencerna laktosa dalam susu. Jika tubuh kekurangan enzim laktase maka akan terjadi gangguan pencernaan pada saat mengkonsumsi susu. Laktosa yang tidak tercerna akan terakumulasi dalam usus besar dan akan mempengaruhi keseimbangan osmotis di dalamnya, sehingga air dapat memasuki usus. Peristiwa tersebut lazim dinamakan intoleransi laktosa.

j. Lemak
  • Lemak susu mengandung beberapa komponen bioaktif yang sanggup mencegah kanker (anticancer potential), termasuk asam linoleat konjugasi (conjugated linoleic acid), sphingomyelin, asam butirat, lipid eter (ether lipids), b-karoten, vitamin A, dan vitamin D. Lemak susu mampu menghasilkan asam lemak essensial berupa Arachidonic Acid (AA), yaitu : asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah AA dalam susu sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Meskipun susu mengandung asam lemak jenuh (saturated fatty acids) dan trans fatty acids yang dihubungkan dengan atherosklerosis dan penyakit jantung, namun susu juga mengandung asam oleat (oleic acid) yang memiliki korelasi negatif dengan penyakit tersebut. Lemak susu mengandung asam lemak esensial, asam linoleat (linoleic acid) yang memiliki bermacam-macam fungsi dalam metabolisme dan mengontrol berbagai proses fisiologis dan biokimia pada manusia.

6. Syarat Susu yang Baik
  • Saat masih berada di dalam kelenjar susu, susu dinyatakan steril. Namun, apabila sudah terkena udara, susu sudah tidak bisa dijamin kesterilannya. Adapun syarat susu yang baik meliputi banyak faktor, seperti warna, rasa, bau, berat jenis, kekentalan, titik beku, titik didih, dan tingkat keasaman.
a.Warna Susu
  • Warna susu bergantung pada beberapa faktor seperti jenis ternak dan pakannya. Warna susu normal biasanya berkisar dari putih kebiruan hingga kuning keemasan. Warna putihnya merupakan hasil dispersi cahaya dari butiran-butiran lemak, protein, dan mineral yang ada di dalam susu. Lemak dan beta karoten yang larut menciptakan warna kuning, sedangkan apabila kandungan lemak dalam susu diambil, warna biru akan muncul.
b.Rasa Susu
  • Susu terasa sedikit manis dan asin (gurih) yang disebabkan adanya kandungan gula laktosa dan garam mineral di dalam susu. Rasa susu sendiri mudah sekali berubah bila terkena benda-benda tertentu, misalnya makanan ternak penghasil susu, kerja enzim dalam tubuh ternak, bahkan wadah tempat menampung susu yang dihasilkan nantinya. Bau susu umumnya sedap, namun juga sangat mudah berubah bila terkena faktor di atas.
c.Berat Jenis Susu
  • Berat jenis air susu adalah 1,028 kg/L. Penetapan berat jenis susu harus dilakukan 3 jam setelah susu diperah, sebab berat jenis ini dapat berubah, dipengaruhi oleh perubahan kondisi lemak susu ataupun karena gas di dalam susu. Viskositas susu biasanya berkisar antara 1,5 sampai 2, yang dipengaruhi oleh bahan padat susu, lemak, serta temperatur susu.
d.Titik Beku Susu
  • Titik beku susu di Indonesia adalah -0,520 °C, sedangkan titik didihnya adalah 100,16 °C. Titik didih dan titik beku ini akan mengalami perubahan apabila dilakukan pemalsuan susu dengan penambahan air yang terlalu banyak karena titik didih dan titik beku air yang berbeda.
e.PH Susu
  • Susu segar mempunyai sifat atmosfer artinya dapat berada di antara sifat asam dan sifat basa. Secara alami pH susu segar berkisar 6,5–6,7. Bila pH susu lebih rendah dari 6,5, berarti terdapat kolostrum ataupun aktivitas bakteri.

7. CARA MENYEDU SUSU YANG BENAR
  • Cara menyedu susu yang benar menurut dr. Samuel Oentoro, MS, SpG dalam Admin (2011) adalah sebagai berikut :
  1. Jangan menuangkan air mendidih untuk susu karena akan merusak kandungan proteinnya.
  2. Gunakan air hangat dengan suhu dibawah 70◦ C.
  3. Apabila menggunakan air panas dari dispenser, sebaiknya jangan langsung menuang air panas dalam susu lalu mencampur air dingin. Tapi, air panas dan dingin dicampur terlebih dahulu, lalu air campurannya dipakai untuk menyedu susu.
  4. Susu yang telah disedu sebaiknya segera di minum karena kalu dibiarkan akan memungkinkan terjadinya oksidasi.
  5. Bagi orang yang berumur di atas 30 tahun, sebaiknya memilih susu low fat untuk yang belum menopause, dan untuk yang sudah menopause menggunakan susu yang non fat.


DAFTAR PUSTAKA

  1. Admin. 2011. Tips Menyedu Susu yang Baik. http://tipsehat.net. Diakses Tanggal
  2. 1 Mei 2011, Jam 18.29 WIB
  3. Afifani, Nia. 2009. Faktor yang Berhubungan dengan Insomnia pada Lansia. http://adln.fkm.unair.ac.id. Diakses Tanggal 1 Juli 2011, Jam 20.01 WIB.
  4. Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
  5. Asmadi. 2008. Teknik Prosedural Keperawatan : Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta : Salemba Medika.
  6. Aziz, D Nur. 2007. Memetik Manfaat Susu. http://1ggplus.wordpress.com. Diakses Tanggal 13 Mei 2011, Jam 18.50 WIB
  7. Dinsos. 2010. Jumlah Penduduk Kabupaten Mojokerto. http://www.mojokertokab.go.id Diakses tanggal 10 April 2011, Jam 12.00 WIB.
  8. Efendi, Ferry dan Makhfludli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas : Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
  9. Hidayat, A. aziz. 2008. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia : Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
  10. Hidayat, A. aziz. 2003. Riset Keperawatan & Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba Medika
  11. Hariyanto, Slamet. 2011. Lansia di Indonesia. http://slamethariyanto.wordpress.com/tag/jatim, Diakses Tanggal 03 April 2011, Jam 12.01 WIB
  12. Hasyim, Muttaqin. 2009. Manfaat Kalium Nitrat. http://muttaqinhasyim.wordpress.com. Diakses Tanggal 1 Mei 2011, Jam 18.34 WIB
  13. Iskandar, Yul. 2009. Pustaka Kesehatan Populer : Psikologi. Jakarta : PT Bhuana Ilmu Populer
  14. Iwan, 2009. Skala Insomnia (KSPBJ Insomnia Rating Scale). http://www.sleepnet.com . Diakses Tanggal 30 April 2011, Jam 10.00 WIB
  15. Izur, Nursalam. 2010. Perasaan wanita. www. Forumkami.net/wanita. Diakses Tanggal 1 Juli 2011, Jam 20.05 WIB
  16. Khomsam, Ali. 2008. Terapi Gizi Untuk Insomnia. http://mgiforon.com. Diakses Tanggal 22 April 2011, Jam 12.34 WIB
  17. Maryam, R. siti, dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta : Salemba Medika.
  18. Melani. 2007. Manfaat Susu. http://kumpulan.info/sehat/artilel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/131-mengenal-susu dan manfaat.html. Diakses Tanggal 23 April 2011, Jam 14.31 WIB
  19. Mubarak, W Iqbal, dkk. 2009. Ilmu Keperawatan Komunitas : Konsep Dan Aplikasi. Jakarta : Salemba Medika.
  20. Nelson, E. Waldo. 1999. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Volume 1. Jakarta : EGC
  21. Nugroho, H. wahjudi. 2008. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik edisi 3.
  22. Jakarta : EGC.
  23. Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan edisi 2. Jakarta : Salemba Medika.
  24. Oktavita. 2009. Insomnia pada Wanita dan Lansia.
  25. Oktavita.com/penyakit-insomni.html. Diakses Tanggal 1 Juli 2011, Jam 20.00 WIB.
  26. Parreta, Lorranaine. 2005. Makanan Untuk Otak. Jakarta : PT Gelora Aksara Pratama
  27. Potter & Perry. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan edisi 4 volume 2. Jakarta : EGC
  28. Santoso, Denny. 2011. Makanan Yang Mengandung Triptofan. http://WWW.dennysantoso.com. Diakses Tanggal 1 Mei 2011, Jam 18.45
  29. Sediaotama, D. Achmad. 2006. Ilmu Gizi jilid I. Jakarta : Dian Rakyat
  30. Sediaotama, D. Achmad. 2008. Ilmu Gizi jilid II. Jakarta : Dian Rakyat
  31. Sugiyono. 2011. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.
  32. Suparyanto. 2010. Konsep Insomnia. http://dr-suparyanto.blog.com. Diakses Tanggal 23 April 2011, Jam 11.45
  33. Tamher, S. dan Noorkasiani. 2009. Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
  34. Wardhani, K Anita. 2011. Di Indonesia Ada 28 Juta Penderita Insomnia. http://www.tribunnews.com, Diakses Tanggal 22 Maret 2011, Jam 11.56 WIB
  35. Wikipedia. 2009. Susu. http://id.wikipedia.org/wiki/susu. Diakses Tanggal 22 April 2011, Jam 12.49 WIB

More aboutMANFAAT SUSU BAGI TUBUH

KONSEP DASAR ISTIRAHAT TIDUR

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes

KONSEP DASAR ISTIRAHAT TIDUR

1. PENGERTIAN ISTIRAHAT DAN TIDUR
  • Istirahat merupakan keadaan relaks tanpa adanya tekanan emosional, bukan hanya dalam keadaan tidak beraktivitas tetapi juga kondisi yang membutuhkan ketenangan. Kata istirahat berarti berhenti sebentar untuk melepaskan lelah, bersantai untuk menyegarkan diri atau melepaskan diri dari segala hal yang membosankan, menyulitkan bahkan menjengkelkan (Hidayat, 2008).
  • Tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar dimana persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun atau hilang, dan dapat dibangunkan kembali dengan indra atau rangsangan yang cukup. Tidur ditandai dengan aktivitas fisik minimal, tingkat kesadaran yang bervariasi, terjadi perubahan proses fisiologis tubuh serta penurunan respon terhadap rangsangan dari luar (Asmadi, 2008).

2.FISIOLOGI TIDUR
  • Fisiologi tidur merupakan pengaturan kegiatan tidur oleh adanya hubungan mekanisme serebral yang secara bergantian mengaktifkan dan menekan pusat otak agar dapat tidur dan bangun. Salah satu aktivitas tidur ini diatur oleh sistem pengaktivasi retikularis yang merupakan sistem yang mengatur seluruh tingkatan kegiatan susunan saraf pusat termasuk pengaturan kewaspadaan dan tidur (Hidayat, 2008).
  • Pusat pengaturan aktivitas kewaspadaan dan tidur terletak dalam mesensefalon dan bagian atas pons. Reticular Activating System (RAS) berlokasi pada batang otak teratas. RAS dipercayai terdiri dari sel khusus yang mempertahankan kewaspadaan dan tidur. Selain itu, RAS dapat memberikan rangsangan visual, pendengaran, nyeri, dan perabaan juga dapat menerima stimulasi dari korteks serebri termasuk rangsangan emosi dan proses pikir. Dalam keadaan sadar, neuron dalam RAS akan melepaskan katekolamin seperti norepineprin. Demikian juga pada saat tidur, kemungkinan disebabkan adanya pelepasan serum serotonin dari sel khusus yang berada di pons dan batang otak tengah, yaitu Bulbar Synchronizing Regional (BSR), sedangkan bangun tergantung dari keseimbangan impuls yang diterima di pusat otak dan sistem limbic. Dengan demikian, sistem pada batang otak yang mengatur siklus atau perubahan dalam tidur adalah RAS dan BSR (Hidayat, 2008).
  • Ketika orang mencoba tertidur, mereka akan menutup mata dan berada dalam posisi relaks. Stimulus ke RAS menurun. Jika ruangan gelap dan tenang, maka aktivasi RAS selanjutnya menurun. Pada beberapa bagian BSR mengambil alih yang menyebabkan tidur (Potter&Perry, 2006).

3. JENIS TIDUR
  • Pada hakikatnya tidur dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori yaitu tidur dengan gerakan bola mata cepat (Rapid Eye Movement – REM), dan tidur dengan gerakan bola mata lambat (Non-Rapid Eye Movement – NREM) (Asmadi, 2008).
a.Tidur REM
  • Tidur REM merupakan tidur dalam kondisi aktif atau tidur paradoksial. Hal tersebut berarti tidur REM ini sifatnya nyenyak sekali, namun fisiknya yaitu gerakan kedua bola matanya bersifat sangat aktif. Tidur REM ditandai dengan mimpi, otot – otot kendur, tekanan darah bertambah, garakan mata cepat (mata cenderung bergerak bolak – balik), sekresi lambung meningkat, ereksi penis pada laki – laki, gerakan otot tidak teratur, kecepatan jantung dan pernapasan tidak teratur sering lebih cepat, serta suhu dan metabolisme meningkat.
  • Apabila seseorang mengalami kehilangan tidur REM, maka akan menunjukkan gejala – gejala sebagai berikut:
  1. Cenderung Hiperaktif.
  2. Kurang dapat mengendalikan diri dan emosi (emosinya labil).
  3. Nafsu makan bertambah.
  4. Bingung dan curiga.

b.Tidur NREM
  • Tidur NREM merupakan tidur yang nyaman dan dalam. Pada tidur NREM gelombang otak lebih lambat dibandingkan pada orang yang sabar atau tidak tidur. Tanda – tanda tidur NREM antara lain : mimpi berkurang, keadaan istirahat, tekanan darah turun, kecepatan pernapasan turun, metabolisme turun, dan gerakan bola mata lambat.
  • Tidur NREM memiliki empat tahap yang masing – masing tahap ditandai dengan pola perubahan aktivitas gelombang otak.
  • Keempat tahap tersebut yaitu :
1). Tahap I
  • Tahap I merupakan tahap transisi dimana seseorang beralih dari sadar menjadi tidur. Pada tahap I ini ditandai dengan seseorang merasa kabur dan rileks, seluruh otot menjadi lemas, kelopak mata menutup mata, kedua bola mata bergerak ke kiri dan ke kanan, kecepatan jantung dan pernapasan menurun secara jelas, pada EEG terlihat terjadi penurunan voltasi gelombang – gelombang alfa. Seseorang yang tidur pada tahap I ini dapat dibangunkan dengan mudah.
2). Tahap II
  • Merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menurun. Tahap II ini ditandai dengan kedua bola mata berhenti bergerak, suhu tubuh menurun, tonus otot berlahan – lahan berkurang, serta kecepatan jantung dan pernapasan turun dengan jelas. Pada EEG timbul gelombang beta yang berfrekuensi 14 – 18 siklus/detik. Gelombang – gelombang ini disebut dengan gelombang tidur. Tahap II berlangsung sekitar 10 – 15 menit.
3). Tahap III
  • Pada tahap ini, keadaan fisik lemah lunglai karena tonus otot lenyap secara menyeluruh. Kecepatan jantung, pernapasan, dan proses tubuh berlanjut mengalami penurunan akibat dominasi sistem saraf parasimpatis. Pada EEG memperlihatkan perubahan gelombang beta menjadi 1 – 2 siklus/detik. Seseorang yang tidur pada tahap III ini sulit untuk dibangunkan.
4), Tahap IV
  • Tahap IV merupakan tahap tidur dimana seseorang berada dalam keadaan rileks, jarang bergerak karena keadaan fisik yang sudah lemah lunglai dan sulit dibangunkan. Pada EEG tampak hanya terlihat gelombang delta yang lambat dengan frekuensi 1 – 2 siklus/detik. Denyut jantung dan pernapasan menurun sekitar 20 – 30%. Pada tahap ini dapat terjadi mimpi. Selain itu, tahap IV ini dapat memulihkan keadaan tubuh.
  • Selain keempat tahap tersebut, ada satu tahap lagi yakni tahap V. Tahap kelima ini merupakan tidur REM dimana setelah tahap IV seseorang masuk ke tahap V. Hal tersebut ditandai dengan kembali bergeraknya kedua bola mata yang berkecepatan lebih tinggi dari tahap – tahap sebelumnya. Tahap V ini berlangsung sekitar 10 menit, dapat pula terjadi mimpi.
  • Apabila seseorang mengalami kehilangan tidur NREM, maka akan menunjukkan gejala – gejala sebagai berikut :
  1. Menarik diri, apatis dan respons menurun
  2. Merasa tidak enak badan
  3. Ekspresi wajah layu
  4. Malas bicara
  5. Kantuk yang berlebihan

  • Sedangkan apabila seseorang kehilangan tidur kedua – duanya, yakni tidur REM dan NREM maka akan menunjukkan manifestasi sebagai berikut :
  1. Kemampuan memberikan keputusan atau pertimbangan menurun.
  2. Tidak mampu untuk konsentrasi ( kurang perhatian ).
  3. Terlihat tanda – tanda keletihan seperti penglihatan kabur, mual dan pusing.
  4. Sulit melakukan aktivitas sehari – hari.
  5. Daya ingat berkurang, bingung, timbul halusinasi, dan ilusi penglihatan atau pendengaran.(Asmadi, 2008)

Siklus Tidur


Gambar 2.1 Siklus tidur
Sumber Hidayat, 2008

Keterangan : 
  • Kondisi pre-sleep merupakan keadaan dimana seseorang masih dalam keadaan sadar penuh, namun mulai ada keinginan untuk tidur. Pada perilaku pre-sleep ini, misalnya seseorang pergi ke kamar tidur lalu berbaring di kasur atau berdiam diri merebahkan dan melemaskan otot, namun belum tidur. Selanjutnya mulai merasa kantuk, maka orang tersebut memasuki tahap I. Bila tidak bangun baik disengaja maupun tidak disengaja, maka selanjutnya ia memasuki tahap II. Begitu seterusnya sampai tahap IV, ia kembali memasuki tahap III dan selanjutnya tahap II. Ini adalah fase tidur NREM. Selanjutnya ia akan memasuki tahap V, ini disebut tidur REM. Bila ini telah dilalui semua, maka orang tersebut telah melalui siklus tidur pertama baik tidur NREM maupun REM. Siklus ini terus berlanjut selama orang tersebut tidur. Namun, pergantian siklus tidur ini tidak lagi dimulai dari awal tidur, yaitu pre-sleep dan tahap I, tetapi langsung tahap II ke tahap selanjutnya seperti pada siklus pertama. Semua siklus ini berakhir bila orang tersebut terbangun dari tidurnya (Asmadi, 2008).
  • Jika orang tersebut terbangun dan kembali tidur, yang merupakan hal yang sering terjadi pada lansia, maka tahap I akan dimulai kembali. Dalam pola tidur normal, sekitar 70 sampai 90 menit setelah awitan tidur dimulailah periode REM pertama, bergantian dengan tidur NREM pada siklus 90 menit selama periode tidur nocturnal. Konsekuensi dari terbangun, seperti untuk ke toilet pada malam hari atau prosedur keperawatan dapat menimbulkan efek buruk pada fisiologis dan fungsi mental lansia ( Stanley dan Bear, 2007).

5. POLA TIDUR BERDASARKAN TINGKAT PERKEMBANGAN / USIA
  • Usia merupakan salah satu faktor penentu lamanya tidur yang dibutuhkan seseorang. Semakin tua usia, maka semakin sedikit pula lama tidur yang dibutuhkan (Asmadi, 2008).

Pola Tidur Normal Berdasarkan Tingkat Perkembangan / Usia

Tingkat Perkembangan / Usia Pola Tidur Normal

Bayi Baru Lahir
  • Tidur 14–18 jam sehari, pernapasan teratur, gerak tubuh sedikit, 50% tidur NREM, banyak waktu tidurnya dilewatkan pada tahap III dan IV tidur NREM. Setiap siklus sekitar 45-60 menit.
Bayi
  • Tidur 12-14 jam sehari, 20-30% tidur REM, tidur lebih lama pada malam hari dan punya pola terbangun sebentar.
Toddler
  • Tidur sekitar 10-11 jam sehari, 25% tidur REM, banyak tidur pada malam hari, terbangun dini hari berkurang, siklus bangun tidur normal sudah menetap pada umur 2-3 tahun.
Pra Sekolah
  • Tidur sekitar 11 jam sehari, 20% tidur REM, periode terbangun kedua hilang pada umur 3 tahun. Pada umur 5 tahun, tidur siang tidak ada kecuali kebiasaan tidur sore hari.
Usia Sekolah
  • Tidur sekitar 10 jam sehari, 18,5% tidur REM. Sisa waktu tidur relatif konstan.
Remaja
  • Tidur sekitar 8,5 jam sehari, 20% tidur REM
Dewasa Muda
  • Tidur sekitar 7-9 jam sehari, 20-25% tidur REM, 5-10% tidur tahap I, 50% tidur tahap II, dan 10-20% tidur tahap III – IV.
Dewasa Pertengahan
  • Tidur sekitar 7 jam sehari, 20% tidur REM, mungkin mengalami insomnia dan sulit untuk dapat tidur.
Dewasa Tua
  • Tidur sekitar 6 jam sehari, 20-25% tidur REM, tidur tahap IV nyata berkurang kadang – kadang tidak ada. Mungkin mengalami insomnia dan sering terbangun sewaktu tidur malam hari.
Sumber : Asmadi, 2008

6. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ISTIRAHAT DAN TIDUR
  • Pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur setiap orang berbeda – beda. Ada yang kebutuhannya terpenuhi dengan baik, ada pula yang mengalami gangguan. Seseorang bisa tidur ataupun tidak dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya sebagai berikut :
a.Status Kesehatan
  • Seseorang yang kondisi tubuhnya sehat memungkinkan ia dapat tidur dengan nyenyak. Tetapi pada orang yang sakit dan rasa nyeri, maka kebutuhan istirahat dan tidurnya tidak dapat dipenuhi dengan baik sehingga ia tidak dapat tidur dengan nyenyak. Misalnya pada klien yang menderita gangguan pada sistem pernapasan. Dalam kondisinya yang sesak napas, maka seseorang tidak mungkin dapat istirahat dan tidur (Asmadi, 2008).
b.Lingkungan
  • Lingkungan dapat meningkatkan atau menghalangi seseorang untuk tidur. Pada lingkungan yang tenang memungkinkan seseorang dapat tidur dengan nyenyak. Sebaliknya lingkungan yang ribut, bising, dan gaduh akan menghambat seseorang untuk tidur. Keadaan lingkungan yang tenang dan nyaman bagi seseorang dapat mempercepat terjadinya proses tidur (Hidayat, 2008).
c.Stres Psikologis
  • Cemas dan depresi akan menyebabkan gangguan pada frekuensi tidur. Hal ini disebabkan karena pada kondisi cemas akan meningkatkan norepinefrin darah melalui sistem saraf simpatis. Zat ini akan mengurangi tahap IV NREM dan REM (Asmadi, 2008).
d. Diet / Nutrisi
  • Terpenuhinya kebutuhan nutrisi yang cukup dapat mempercepat proses tidur. Protein yang tinggi seperti pada keju, susu, daging, dan ikan tuna dapat mempercepat proses tidur, karena adanya triptofan yang merupakan asam amino dari protein yang dicerna (Hidayat, 2008). Sebaliknya minuman yang mengandung kafein maupun alkohol akan mengganggu tidur (Asmadi, 2008).
e. Gaya Hidup
  • Kelelahan dapat mempengaruhi pola tidur seseorang. Kelelahan tingkat menengah orang dapat tidur dengan nyenyak. Sedangkan pada kelelahan yang berlebihan akan menyebabkan periode tidur REM lebih pendek (Asmadi, 2008).
f. Obat – Obatan
  • Obat dapat juga mempengaruhi proses tidur. Beberapa jenis obat yang dapat mempengaruhi proses tidur adalah jenis golongan obat diuretic menyebabkan seseorang insomnia, anti depresan dapat menekan REM, kafein dapat meningkatkan saraf simpatis yang menyebabkan kesulitan untuk tidur, golongan beta bloker dapat berefek pada timbulnya insomnia, dan golongan narkotik dapat menekan REM sehingga mudah mengantuk (Hidayat, 2008).
g. Motivasi
  • Motivasi merupakan suatu dorongan atau keinginan seseorang untuk tidur, yang dapat mempengaruhi proses tidur. Selain itu adanya keinginan untuk menahan tidak tidur dapat menimbulkan gangguan proses tidur (Hidayat, 2008).


DAFTAR PUSTAKA

  1. Admin. 2011. Tips Menyedu Susu yang Baik. http://tipsehat.net. Diakses Tanggal
  2. 1 Mei 2011, Jam 18.29 WIB
  3. Afifani, Nia. 2009. Faktor yang Berhubungan dengan Insomnia pada Lansia. http://adln.fkm.unair.ac.id. Diakses Tanggal 1 Juli 2011, Jam 20.01 WIB.
  4. Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
  5. Asmadi. 2008. Teknik Prosedural Keperawatan : Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta : Salemba Medika.
  6. Aziz, D Nur. 2007. Memetik Manfaat Susu. http://1ggplus.wordpress.com. Diakses Tanggal 13 Mei 2011, Jam 18.50 WIB
  7. Dinsos. 2010. Jumlah Penduduk Kabupaten Mojokerto. http://www.mojokertokab.go.id Diakses tanggal 10 April 2011, Jam 12.00 WIB.
  8. Efendi, Ferry dan Makhfludli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas : Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
  9. Hidayat, A. aziz. 2008. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia : Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
  10. Hidayat, A. aziz. 2003. Riset Keperawatan & Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba Medika
  11. Hariyanto, Slamet. 2011. Lansia di Indonesia. http://slamethariyanto.wordpress.com/tag/jatim, Diakses Tanggal 03 April 2011, Jam 12.01 WIB
  12. Hasyim, Muttaqin. 2009. Manfaat Kalium Nitrat. http://muttaqinhasyim.wordpress.com. Diakses Tanggal 1 Mei 2011, Jam 18.34 WIB
  13. Iskandar, Yul. 2009. Pustaka Kesehatan Populer : Psikologi. Jakarta : PT Bhuana Ilmu Populer
  14. Iwan, 2009. Skala Insomnia (KSPBJ Insomnia Rating Scale). http://www.sleepnet.com . Diakses Tanggal 30 April 2011, Jam 10.00 WIB
  15. Izur, Nursalam. 2010. Perasaan wanita. www. Forumkami.net/wanita. Diakses Tanggal 1 Juli 2011, Jam 20.05 WIB
  16. Khomsam, Ali. 2008. Terapi Gizi Untuk Insomnia. http://mgiforon.com. Diakses Tanggal 22 April 2011, Jam 12.34 WIB
  17. Maryam, R. siti, dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta : Salemba Medika.
  18. Melani. 2007. Manfaat Susu. http://kumpulan.info/sehat/artilel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/131-mengenal-susu dan manfaat.html. Diakses Tanggal 23 April 2011, Jam 14.31 WIB
  19. Mubarak, W Iqbal, dkk. 2009. Ilmu Keperawatan Komunitas : Konsep Dan Aplikasi. Jakarta : Salemba Medika.
  20. Nelson, E. Waldo. 1999. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Volume 1. Jakarta : EGC
  21. Nugroho, H. wahjudi. 2008. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik edisi 3.
  22. Jakarta : EGC.
  23. Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan edisi 2. Jakarta : Salemba Medika.
  24. Oktavita. 2009. Insomnia pada Wanita dan Lansia.
  25. Oktavita.com/penyakit-insomni.html. Diakses Tanggal 1 Juli 2011, Jam 20.00 WIB.
  26. Parreta, Lorranaine. 2005. Makanan Untuk Otak. Jakarta : PT Gelora Aksara Pratama
  27. Potter & Perry. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan edisi 4 volume 2. Jakarta : EGC
  28. Santoso, Denny. 2011. Makanan Yang Mengandung Triptofan. http://WWW.dennysantoso.com. Diakses Tanggal 1 Mei 2011, Jam 18.45
  29. Sediaotama, D. Achmad. 2006. Ilmu Gizi jilid I. Jakarta : Dian Rakyat
  30. Sediaotama, D. Achmad. 2008. Ilmu Gizi jilid II. Jakarta : Dian Rakyat
  31. Sugiyono. 2011. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.
  32. Suparyanto. 2010. Konsep Insomnia. http://dr-suparyanto.blog.com. Diakses Tanggal 23 April 2011, Jam 11.45
  33. Tamher, S. dan Noorkasiani. 2009. Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
  34. Wardhani, K Anita. 2011. Di Indonesia Ada 28 Juta Penderita Insomnia. http://www.tribunnews.com, Diakses Tanggal 22 Maret 2011, Jam 11.56 WIB
  35. Wikipedia. 2009. Susu. http://id.wikipedia.org/wiki/susu. Diakses Tanggal 22 April 2011, Jam 12.49 WIB

More aboutKONSEP DASAR ISTIRAHAT TIDUR

PERKAWINAN PADA MASA KULIAH

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes

PERKAWINAN PADA MASA KULIAH

1. Pengertian
  1. Menurut UU No. 1 Tahun 1974, perkawinan adalah ikatan lahir antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami isrti dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (Herawati, 2009).
  2. Menurut agama Islam, perkawinan adalah salah satu bentuk ibadah yang kesuciannya perlu dijaga oleh kedua belah pihak baik suami ataupun istri. Perkawinan bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera (Ma’ruf, 2006).
  3. Perkawinan Mahasiswa adalah perjanjian untuk mengikatkan diri antara seorang laki-laki dan seorang wanita yang masih berstatus sebagai pelajar perguruan tinggi atau salah satu diantaranya masih berstatus sebagai pelajar perguruan tinggi (Sanjaya, 2009).
  4. Dari berbagai pengertian perkawinan yang telah disebutkan, dapat ditarik hakekat perkawinan yang mana mengandung satu unsur yang merupakan kesamaan dari semua pendapat, yaitu bahwa perkawinan itu merupakan suatu perjanjian perikatan antara seorang pria dengan wanita yang diakui secara sah oleh masyarakat, hukum maupun agama dan mengandung seperangkat hak dan kewajiban suami istri dalam peranan baru yang dijalani, serta bertujuan membentuk keluarga.

2.TUJUAN PERKAWINAN
  • Adapun tujuan dari perkawinan adalah:
  1. Untuk melestarikan keturunan.
  2. Terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.
  3. Menentramkan hati dalam rumah tangga dengan ikatan kasih sayang
  4. Membersihkan hati dari sifat-sifat duniawi.
  5. Melatih dan memerangi hawa nafsu dengan menjalankan hak dan kewajiban berumah tangga (Yusmar, 2006 ).

3. USIA DALAM PERKAWINAN
  • Salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap keputusan untuk menikah pada usia muda adalah tanggung jawab. Meskipun demikian, faktor eksternal juga memiliki pengaruh besar. Anda mungkin segera memutuskan menikah ketika anda semester tiga karena anda melihat teman anda yang sudah menikah tampak lebih bahagia, secara psikis lebih tenang dan lebih bersemangat hidupnya. Akibatnya anda terdorong untuk segera menikah dengan harapan dapat menemui pernikahan yang sama, yakni pernikahan yang membuat hidup lebih bersemangat, padahal boleh jadi, anda belum betul-betul siap untuk menikah dibanding dengan teman anda, meskipun usia anda lebih tua satu tahun. Diane E. Papilla dan Sally Wendkos Olds mengemukakan, usia terbaik untuk menikah bagi perempuan adalah 19-25 tahun sedangkan bagi laki-laki usia 20-25 tahun diharapkan sudah menikah. Ini adalah usia terbaik untuk menikah, baik untuk memulai kehidupan rumah tangga maupun untuk mengasuh anak pertama. Akan tetapi Hoffman dan kawan-kawan menunjukkan bahwa saat yang tepat untuk menikah juga dipengaruhi oleh dukungan sosial dan budaya, termasuk budaya keluarga. Budaya yang memandang pernikahan dini sebagai keputusan yang baik, akan cenderung menjadikan para pemuda lebih cepat mengalami kesiapan menikah. Hoffman mengatakan sebagian mahasiswa sempat terganggu kuliahnya, tetapi sebagian besar tidak mengalami hambatan apa-apa dalam menyelesaikan studinya. Masa-masa yang paling banyak menimbulkan hambatan kuliah adalah ketika memiliki anak pertama. Ini karena mereka harus melakukan penyesuaian diri dengan peran baru sebagai orang tua, kebingungan bagaimana harus menghadapi perilaku bayi, serta perubahan aktivitas fisik yang terasa mendadak. Berangkat dari sini, ada satu hal yang dapat kita catat baik-baik. Sebelum menikah, sebaiknya persiapkan mental dan terutama tujuan-tujuan anda dalam menikah (Mathis, 2010).

4. PERSIAPAN PERKAWINAN
  • Persiapan perkawinan terdiri dari atas persiapan kesehatan, baik kesehatan fisik maupun jiwa yang meliputi berbagai aspek, yaitu biologis (fisik), mental (psikologi), psikososial, dan spiritual (WHO, 1984).
1.Aspek fisik.
  • Dilihat dari segi kesehatannya,usia 20-25 tahun bagi perempuan dan 25-30 tahun bagi laki-laki merupakan usia ideal untuk berumah tangga. Kesehatan fisik meliputi bebasnya seseorang dari penyakit (menular dan keturunan). Pemeriksaan kesehatan dan konsultasi pranikah amat dianjurkan bagi pasangan yang hendak menikah
2.Aspek mental, yang meliputi beberapa hal berikut ini:
  1. Kepribadian, aspek kepribadian sangat penting agar masing-masing pasangan mampu menyesuaikan diri. Kematangan kepribadian merupakan faktor utama dalam perkawinan. Pasangan berkepribadian matang dapat saling memberikan kebutuhan afeksi (kebutuhan akan rasa kasih sayang) yang amat penting bagi keharmonisan keluarga.
  2. Pendidikan dan tingkat kecerdasan juga perlu diperhatikan dalam mencari pasangan. Latar belakang pendidikan agama yang dimiliki oleh masing-masing pasangan.

3.Aspek psikososial atau spiritual yang antara lain terdiri atas beberapa hal berikut:
  1. Faktor agama dalam masyarakat tetap dipandang penting bagi stabilitas rumah tangga.
  2. Latar belakang sosial keluarga berpengaruh pada kepribadian anak yang dibesarkannya.
  3. Latar belakang budaya juga perlu diperhatikan, perbedaan suku bangsa bukan merupakan halangan untuk saling berkenalan dan akhirnya menikah. Namun faktor adat istiadat atau budaya perlu diperhatikan untuk diketahui oleh masing-masing pasangan agar dapat saling menghargai dan menyesuaikan diri.
  4. Pergaulan, sebagai persiapan menuju perkawinan masing-masing calon pasangan hendaknya dapat saling mengenal terlebih dahulu. Dalam pergaulan menikah, setiap pasangan hendaknya tetap mengindahkan nilai-nilai moral, etik, dan kaidah-kaidah agama.
  5. Pekerjaan dan kondisi materi lainnya. Faktor sandang pangan dan papan merupakan kebutuhan pokok sebab suatu perkawinan tidak bisa bertahan hanya dengan ikatan cinta dan kasih sayang saja bila tidak ada materi yang mendukungnya (Herawati, 2009).
  • Sebelum memutuskan untuk menikah, ada baiknya Anda mempersiapkan diri terlebih dulu sehingga Anda memiliki bekal untuk rumah tangga. Persiapan ini terutama berkait dengan aspek psikis dan ilmu. Begitu anda menikah, banyak hal yang semula tidak menjadi tanggung jawab Anda, sekarang membutuhkan perhatian yang besar. Di dalam pernikahan, Anda bisa memperoleh kesenangan-kesenangan bersama pasangan. Tetapi pada saat yang sama, anda mempunyai tanggung jawab agar kesenangan itu dapat ia rasakan juga (Mathis, 2010). .

5. DAMPAK PERKAWINAN
  • Dampak perkawinan usia muda akan menimbulkan hak dan kewajiban diantara kedua belah pihak, baik dalam hubungannya dengan mereka sendiri, terhadap anak-anak, maupun terhadap keluarga mereka masing-masing.
a.Dampak terhadap suami istri
  • Tidak bisa dipungkiri bahwa pada pasangan suami istrti yang telah melangsungkan perkawinan di usia muda tidak bisa memenuhi atau tidak mengetahui hak dan kewajibannya sebagai suami istri. Hal tersebut timbul dikarenakan belum matangnya fisik maupun mental mereka yang cenderung keduanya memiliki sifat keegoisan yang tinggi.
b.Dampak terhadap anak-anaknya
  • Masyarakat yang telah melangsungkan perkawinan pada usia muda atau di bawah umur akan membawa dampak. Selain berdampak pada pasangan yang melangsungkan perkawinan pada usia muda, perkawinan usia muda juga berdampak pada anak-anaknya. Karena bagi wanita yang melangsungkan perkawinan di bawah usia 20 tahun, bila hamil akan mengalami gangguan-gangguan pada kandungannya dan banyak juga dari mereka yang melahirkan anak.
c.Dampak terhadap masing-masing keluarga.
  • Selain berdampak pada pasangan suami-istri dan anak-anaknya perkawinan di usia muda juga akan membawa dampak terhadap masing-masing keluarganya. Apabila perkawinan diantara anak-anak mereka lancar, sudah barang tentu akan menguntungkan orang tuanya masing-masing. Namun apabila sebaliknya keadaan rumah tangga mereka tidak bahagia dan akhirnya yang terjadi adalah perceraian. Hal ini akan mengakibatkan bertambahnya biaya hidup mereka dan yang paling parah lagi akan memutuskan tali kekeluargaan diantara kedua belah-pihak (Mathis, 2010).

6. KEUNTUNGAN PERKAWINAN PADA MASA KULIAH
  1. Masa kuliah ( usia 18-25 ) adalah masa produktif dan subur
  2. Banyaknya kamudahan dalam persiapan dan pelaksakan nikah
  3. Mematangkan kepribadian dan kedewasaan
  4. Adanya ketenangan jiwa
  5. Memiliki teman setia sebagai motivator dan pembimbing
  6. Adanya keringanan beban hidup
  7. Aktifitas dan kegiatan akan terfokus dan terkonsentrasi
  8. Meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual
  9. Meningkatkan kecerdasan finansial
  10. Lebih mudah meraih kesuksesan
  11. Ada teman curhat
  12. Bisa belajar sambil bermesraan
  13. Berangkat ke kampus berdua
  14. Ada yang bantu mengerjakan tugas
  15. Ada yang menghibur sisela-sela penatnya kuliah (Galuhprita, 2009).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Aisyah, Ummu. 2008. Aisyah Saja Nikah Dini. Surakarta: Samudra.
  2. Al-Farabi, Faruq. 2006. Remaja Gaul Kebablasan. Jombang: Lintas Media.
  3. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
  4. Djajasudarma, Fatimah. 2006. Metode Linguistik-Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: PT Refika Aditama.
  5. Fitra. (2009). Perkawinan Usia Muda. www. info. gexcess. com/id/info/ekonomi. diakses 9 juli 2011
  6. Galuhprita. (2009). Pernikahan di Kalangan Mahasiswa www. datastatistik. Indonesia. com. Diakses 9 Juli 2011.
  7. Herawati. 2009. Jeratan Nikah Dini, Wabah Pergaulan. Jogjakarta: Media Abadi.
  8. Hidayat, A. Aziz Alimul. 2009. Metode Penelitian Kebidanan Dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.
  9. Kauma, Fuad. 2011. Kamus Nikah. Jombang: ISFA Press.
  10. Ma’sum, Ma’ruf. 2006. Panduan Istri-Suami yang Shalih. Solo: Smart Media.
  11. Mathis, Susan dan Dale. 2010. Menuju Pernikahan yang Sehat dan Solid. Tanggerang: ANDI.
  12. Muhibin, Raudah. 2010. Nikah Awal Kuliah. Solo: Smart Media.
  13. Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
  14. Nurcahyati, Febriani W. 2010. Manajemen Konflik Rumah Tangga. Jogjakarta: BIPA.
  15. Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
  16. Sanjaya. 2009. Dari Demonstrasi Hingga Seks Bebas. Jogjakarta: GARASI.
  17. Sati, Patih. 2011. Panduan Lengkap Pernikahan. Jogjakarta: BENING.
  18. Setiadi. 2007. Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu
  19. Suryabroto, Sumadi. 2007. Gaul yes Kuliah Beres. Tanggerang: Praninta Jaya Mandiri.
  20. Sunarto, Ahmad. 2010. Kado Pengantin. Rembang: Pustaka Anisah.
  21. Suryadi. 2006. Kuliah itu Gampang. Tangerang: Agromedia Pustaka.
  22. Yumar. 2006. Wanita dan Nikah Menurut Urgensinya. Kediri: Pustaka ‘Azm.

More aboutPERKAWINAN PADA MASA KULIAH

KUESIONER PENGUKURAN INSOMNIA PADA LANSIA

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes

KUESIONER PENGUKURAN INSOMNIA PADA LANSIA

PARAMETER

Quesioner menurut Iwan (2009)
  1. Kesulitan untuk memulai tidur
  2. Tiba-tiba terbangun pada malam hari
  3. Bisa terbangun lebih awal/dini hari
  4. Merasa mengantuk di siang hari
  5. Sakit kepala pada siang hari
  6. Merasa kurang puas dengan tidur anda
  7. Merasa kurang nyaman/gelisah saat tidur
  8. Mendapat mimpi buruk
  9. Badan terasa lemah, letih, kurang tenaga setelah tidur
  10. Jadwal jam tidur sampai bangun tidak beraturan
  11. Tidur selama 6 jam dalam semalam

KUESIONER

Jawaban : (1 = tidak pernah, 2 = kadang-kadang, 3 = sering, 4 = selalu)

  1. Kesulitan untuk memulai tidur (1 = tidak pernah, 2 = kadang-kadang, 3 = sering, 4 = selalu)
  2. Tiba-tiba terbangun pada malam hari (1 = tidak pernah, 2 = kadang-kadang, 3 = sering, 4 = selalu)
  3. Bisa terbangun lebih awal/dini hari (1 = tidak pernah, 2 = kadang-kadang, 3 = sering, 4 = selalu)
  4. Merasa mengantuk di siang hari (1 = tidak pernah, 2 = kadang-kadang, 3 = sering, 4 = selalu)
  5. Sakit kepala pada siang hari (1 = tidak pernah, 2 = kadang-kadang, 3 = sering, 4 = selalu)
  6. Merasa kurang puas dengan tidur anda (1 = tidak pernah, 2 = kadang-kadang, 3 = sering, 4 = selalu)
  7. Merasa kurang nyaman/gelisah saat tidur (1 = tidak pernah, 2 = kadang-kadang, 3 = sering, 4 = selalu)
  8. Mendapat mimpi buruk (1 = tidak pernah, 2 = kadang-kadang, 3 = sering, 4 = selalu)
  9. Badan terasa lemah, letih, kurang tenaga setelah tidur (1 = tidak pernah, 2 = kadang-kadang, 3 = sering, 4 = selalu)
  10. Jadwal jam tidur sampai bangun tidak beraturan (1 = tidak pernah, 2 = kadang-kadang, 3 = sering, 4 = selalu)
  11. Tidur selama 6 jam dalam semalam (1 = tidak pernah, 2 = kadang-kadang, 3 = sering, 4 = selalu)

REFERENSI

  1. Iwan, 2009. Skala Insomnia (KSPBJ Insomnia Rating Scale). http://www.sleepnet.com. Diakses 24 Juni 2010; 10.00 WIB


More aboutKUESIONER PENGUKURAN INSOMNIA PADA LANSIA

KUESIONER PERILAKU PERAWATAN PAYUDARA SAAT NIFAS

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes

KUESIONER PERILAKU PERAWATAN PAYUDARA SAAT NIFAS

KUESIONER

Menempelkan kapas yang sudah diberi minyak kelapa atau baby oil selama ± 5 menit, kemudian puting susu dibersihkan :
  1. Selalu
  2. Sering
  3. Kadang-kadang
  4. Tidak pernah
Meletakkan kedua tangan diantara payudara :
  1. Selalu
  2. Sering
  3. Kadang-kadang
  4. Tidak pernah
Mengurut payudara dimulai kearah atas, kesamping, lalu kearah bawah.Dalam pengurutan posisi tangan kiri kearah sisi kiri, telapak tangan kanan kearah sisi kanan:
  1. Selalu
  2. Sering
  3. Kadang-kadang
  4. Tidak pernah
Melakukan pengurutan kebawah, kesamping selanjutnya melintang, lalu telapak tangan mengurut kedepan kemudian kedua tangan dilepaskan dari payudara,ulangi gerakan 20-30 kali :
  1. Selalu
  2. Sering
  3. Kadang-kadang
  4. Tidak pernah
Tangan kiri menopang payudara kiri, lalu tiga jari tangan kanan membuat gerakan memutar sambil menekan mulai dari pangkal payudara sampai pada puting susu.Lakukan tahap yang sama pada payudara kanan, lakukan dua kali gerakan pada tiap payudara :
  1. Selalu
  2. Sering
  3. Kadang-kadang
  4. Tidak pernah
Satu tangan menopang payudara, sedangkan tangan yang lain mengurut payudara dengan sisi kelingking dari arah tepi kearah puting susu. Lakukan tahap yang sama pada kedua payudara. Lakukan gerakan ini sekitar 30 kali :
  1. Selalu
  2. Sering
  3. Kadang-kadang
  4. Tidak pernah
Payudara disiram dengan air hangat dan dingin bergantian selama ± 5 menit,keringkan payudara dengan handuk bersih kemudian gunakan BH yang bersih dan menopang :
  1. Selalu
  2. Sering
  3. Kadang-kadang
  4. Tidak pernah
More aboutKUESIONER PERILAKU PERAWATAN PAYUDARA SAAT NIFAS

KUESIONER TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG IMUNISASI DASAR LENGKAP

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes

KUESIONER TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG IMUNISASI DASAR LENGKAP

PARAMETER

1. Pengertian
2. Tujuan
3. Manfaat
4. Jenis
5. Jadwal

CONTOH KUESIONER
  1. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh balita. (B/S)
  2. Imunisasi merupakan cara memberikan vaksin pada bayi untuk menyembuhkan penyakit (B/S)
  3. Imunisasi adalah untuk mencegah penyakit bukan menyembuhkan penyakit (B/S)
  4. Imunisasi adalah menyuntikkan virus atau bakteri yang sudah dilemahkan dengan dosis tertentu (B/S)
  5. Imunisasi terdiri dari imunisasi pasif dan aktif (B/S)
  6. Tujuan dari imunisasi adalah untuk menyembuhkan kecacatan yang terjadi pada bayi (B/S)
  7. Imunisasi dapat diberikan kepada anak dari bayi sampai menjelang dewasa (B/S)
  8. Imunisasi merupakan cara untuk mencegah timbulnya penyakit pada bayi (B/S)
  9. Imunisasi dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita (B/S)
  10. Imunisasi dapat mencegah hepatitis (B/S)
  11. Tujuan imunisasi mencegah terjadinya penyakit campak (B/S)
  12. Jenis imunisasi yang digunakan di Indonesia berasal dari bakteri dan virus (B/S)
  13. Polio merupakan jenis imunisasi yang berasal dari jamur (B/S)
  14. Jenis vaksin yang berasal dari toksoid adalah difteri tetanus (B/S)
  15. Setelah lahir bayi langsung diberikan imunisasi hepatitis dan polio (B/S)
  16. Pemberian imunisasi polio dengan cara diteteskan melalui mulut (B/S)
  17. DPT merupakan imunisasi untuk mencegah batuk rejan dan tetanus (B/S)
  18. Jika pemberian imunisasi DPT terlambat maka imunisasi diberikan 2 kali suntikan (B/S)
  19. Jika terlambat pemberian imunisasi polio maka tidak perlu melakukan pengulangan (B/S)
  20. Pada usi 6 bulan bayi perlu diberi imunisasi hepatitis B (B/S)
More aboutKUESIONER TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG IMUNISASI DASAR LENGKAP

KUESIONER MOTIVASI TENTANG PERAWATAN PAYUDARA MASA NIFAS

Posted by ReTRo

Dr. Suparyanto, M.Kes

KUESIONER MOTIVASI TENTANG PERAWATAN PAYUDARA MASA NIFAS

KUESIONER

  1. SS : Sangat Setuju
  2. S : Setuju
  3. TS : Tidak Setuju
  4. STS : Sangat Tidak Setuju

  1. Ibu melakukan perawatan payudara masa nifas atas dasar keinginan sendiri (SS, S. TS. STS)
  2. Ibu melakukan perawatan payudara masa nifas atas dasar keinginan suami dan keluarga. (SS, S. TS. STS)
  3. Ibu melakukan perawatan payudara masa nifas atas dasar keinginan bidan atau tenaga kesehatan. (SS, S. TS. STS)
  4. Ibu melakukan perawatan payudara masa nifas jika ada waktu luang saja. (SS, S. TS. STS)
  5. Ibu melakukan perawatan payudara masa nifas jika tidak malas. (SS, S. TS. STS)
  6. Perawatan payudara penting dilakukan pada saat masa nifas (SS, S. TS. STS)
  7. Perawatan payudara harus dilakukan secara rutin setiap hari. (SS, S. TS. STS)
  8. Suami dan keluarga selalu mendukung ibu untuk melakukan perawatan payudara masa nifas (SS, S. TS. STS)
  9. Ibu telah melakukan teknik perawatan payudara masa nifas dengan benar (SS, S. TS. STS)
  10. Sesibuk apapun perawatan payudara masa nifas tetap perlu dilakukan (SS, S. TS. STS)
  11. Perawatan payudara masa nifas dilakukan untuk menjaga kebersihan payudara (SS, S. TS. STS)
  12. Perawatan payudara masa nifas dilakukan agar produksi ASI lancar dan nutrisi bayi tercukupi (SS, S. TS. STS)
  13. Ibu melakukan perawatan payudara masa nifas agar terhindar dari masalah pada saat menyusui seperti putting susu lecet (SS, S. TS. STS)
  14. Ibu melakukan perawatan payudara masa nifas agar tidak terjadi bendungan ASI dan infeksi lainnya (SS, S. TS. STS)
  15. Ibu melakukan perawatan payudara masa nifas agar bentuk payudaranya tidak berubah (SS, S. TS. STS)
More aboutKUESIONER MOTIVASI TENTANG PERAWATAN PAYUDARA MASA NIFAS

Surat Cinta Buat Nembak Cewek

Posted by ReTRo

Blogger Bodoh - Surat Cinta : Pernah tidak trpikir bahwa jaman terus berganti dan waktu terus berlalu. Semua orang ppake HP dan kalau mo nembak cewek tinggal SMS. Padahal dalam setiap kisah romantis, surat cinta adalah sebuah fenomena tersendiri, sebuah saksi bisu indahnya masa lalu dan sebuah kata-kata tulus yang keluar dari lubuk hati paling dalam oleh seorang yang sedang jatuh cinta.

Berikut ini sebuah contoh surat cinta buat nembak cewek. Sebuah surat cinta yang biasa aku buat baik sebagai koleksi atau sekedar ingin membantu teman yang sedang butuh pertolongan buat nembak cewek jama saya SMA dulu.


Dear ...!!

Maafkan aku telah lancang menulis di atas kertas putih ini, yang spesial di tujukan hanya buat kamu seorang. Susah aku berfikir untuk membuatnya hingga mohon kamu sudi untuk membacanya walaupun hanya sekali saja.

Ku ukir kata demi kata, dengan rasa berdegug dalam hatiku yang tak menentu. Tapi ini harus aku lakukan, karena aku tak lagi sanggup menahannya. Aku ingin meluapkan semua, perasaan yang kupendam sejak kita pertama berjumpa.

Perasaan ini sudah tak terbendung lagi, kecantikan kamu, tulus budi kamu, sikap lembut kamu, dan rasa cinta serta perhatian yang ada padamu membuat hatiku tak berkutik lagi. Engkau begitu sempurna bagi ku, hingga hanya ada kamu di setiap waktu dan hayalku.

Jika boleh aku katakan "Aku Mencintai Mu dan ijinkan aku menjaga dan mendampingimu selalu". Apapun jawaban kamu aku terima, karena pilihan kamu adalah kebahagiaan bagimu yang berarti kebahagiaan aku juga. Jika di terima aku janji untuk setia bersamamu dan jika pun di tolak maka aku tetap akan menjaga kamu.

Sekali lagi aku minta maaf atas kelancangan ku, tapi apa dayaku, ku terlanjur jatuh hati pada mu.

Yang menanti jawabanmu


Ardy Mus

Yach, semoga saja masa ramaja mu terekam baik dalam memorimu, karena dengan SMS, saksi bisu cintamu akan terhapus, tapi dengan surat cinta, maka kamu bisa abadikan masa-masa gemilang kamu untuk kamu kenang di masa tuamu
More aboutSurat Cinta Buat Nembak Cewek

Baclink Terbaik

Posted by ReTRo on Thursday, September 29, 2011

Blogger Bodoh - SEO : Menurut sobat blogger, yang manasich itu backlink terbaik, dan bagaimana cara mendapatkan backlink terbaik itu. Sebagian besar master SEO Dan Mbah SEO mengatakan bahwa baclink terbaik itu adalah backlink oneway. Berikut ini adalah backlink terbaik menurut Blogger Bodoh :

1. Natural link

Natural link adalah backlink natural yang di peroleh secara otomatis dari google sebagai mesin pencari dan atau dari search engine lain. Namum memperoleh backlink sejenis ini susahnya minta ampun karena blog harus berjalan natural, tidak melakukan submit selain sumbit URL pada search engine saja. saya pernah dapat backlink sejenis ini pada blog saya yang udah kena banned. Karena backlink natural itu, dengan melakukan pengecekan pada alexa dan webmaster google ternyata hanya ada 3 backlink. Walau demikian, 3 backlink natural itu telah menempatkan blog saya pada peringkat 2 juta untuk alexa dan Page Rank 1 google.

2. Link Artikel

Link artikel disini yang saya maksud adalah artikel yang di tulis dan memiliki banyak manfaat, terus blogger lain meng-copas artikel kita dan memberikan live link sumber artikel yang di arahkan pada blog kita. Namun bagaimana membuat sebuah artikel yang bakal di copas oleh blogger lain. Dan biasanya sebagian blogger juga tidak memasang link sumber artikel ketika melakukan copas pada artikel kita.

Dari sekian banyak cara mendapatkan atau mencari backlink, kedua cara ini yang paling bagus, walaupun kita tetap mengoptimalkan pencarian backlink dengan cara submit URL dan RSS, blogwalking, tukar link dan sebagainya.
More aboutBaclink Terbaik

Kira-kira masih Perawan Ga Ya?

Posted by ReTRo on Wednesday, September 28, 2011

Bosen lihat foto cewek - cewek yang beredar di internet mukanya itu - itu aja. Kalau kayak gini terus, lama - kelamaan sepertinya dunia internet makin membosankan. Jangan kuatir, biar tetap seger , kami beri pasokan lagi nih foto - foto wajah baru yang belum pernah di upload ke dunia internet sebelumnya.



Lihatlah Saja



Pegang Dada




Buka Dada



Pamer Dada



Foto Dada


Source: http://bukanmanipulasi.blogspot.com/
More aboutKira-kira masih Perawan Ga Ya?

Seorang Ibu Melahirkan Setelah 2 Hari Meninggal Dunia

Posted by ReTRo on Tuesday, September 27, 2011

Spoiler for silahkan dibaca gan agak panjang sedikit:
Kejadian luar biasa menggegerkan dunia kedokteran. Seorang ibu yang dipastikan telah meninggal dunia, ternyata masih bisa melahirkan bayi mungil dengan sempurna. Berita ini mendadak tersiar ke mana-mana dan menjadi bahan perbincangan medis.

Mahmoud Soliman sebagai suami yang berumur 29 tahun tak pernah membayangkan bisa menghadapi kesedihan dan kebahagiaan menjadi satu. Istri yang dicintainya Jayne Soliman 41 tahun, pergi untuk selamanya. Dan sebagai gantinya, ia mendapatkan seorang bayi perempuan cantik yang dilahirkan dari rahim istrinya.

Yang mengharukan, Aya Jayne demikian nama bayi tersebut, dilahirkan dua hari setelah Jayne dinyatakan meninggal akibat otaknya tidak bisa berfungsi lagi. Berkat bantuan medis, Aya bisa dilahirkan dengan selamat.

Sebenarnya kehamilan Jayne tidak bermasalah. Namun di usia kehamilannya yang mencapai 25 minggu, tiba-tiba ia pingsan setelah mengeluh sakit kepala. Segera saja Mahmoud melarikannya ke rumah sakit John Radcliffe Hospital di Oxford. Namun beberapa jam kemudian, tim dokter menyatakan otak mantan atlet ski es nasional Inggris ini sudah mati.

Tim dokter mencoba membantu jantung Jayne agar tetap berdenyut dengan beragam peralatan. Upaya ini dilakukan agar bayi yang berada di perut Jayne bisa tertolong. Jayne diberi dua dosis besar steroid, sehingga jantung bayinya bisa berkembang. Dan akhirnya, aya Jayne pun bisa lahir dengan selamat melalui operasi cesar.

Usai diangkat dari rahim Jayne, Aya sempat diletakkan di pundak ibunya untuk memberi sedikit waktu bagi keduanya untuk bertemu. Setelah itu Aya langsung dilarikan ke unit perawatan intensif. Sedangkan Mahmoud diberi kesempatan untuk mengucapkan selamat jalan kepada istrinya, sebelum akhirnya dokter mematikan peralatan penunjang hidupnya.

Kata "Aya" berasal dari bahasa Arab yang berarti "KEAJAIBAN". Itu merupakan nama yang dipilih Jayne saat masih hidup.


udah nemu gambarnya nih gan, cekidot !!
Spoiler for Mahmoud Soliman bersama Jayne Soliman:
Soliman

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/01/12/article-1113003-0308D43B000005DC-82_468x291.jpg
Mahmoud Soliman with his wife Jayne who suffered a fatal brain haemorrhage before the birth of her daughter



Spoiler for Aya Jayne saat baru dilahirkan:


http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/01/13/article-1113003-030A8816000005DC-731_468x429_popup.jpg

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/01/12/article-1113003-0308D371000005DC-249_468x357.jpg

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/01/12/article-1113003-0308D367000005DC-521_468x350_popup.jpg


http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/01/12/article-1113003-0308D0C3000005DC-976_468x346_popup.jpg

Miracle: Mahmoud Soliman with his baby daughter Aya Jayne who was born two days after her mother died


Tiny: Baby Aya - who weighs just over 2lbs - had a real fight to survive after being born prematurely




More aboutSeorang Ibu Melahirkan Setelah 2 Hari Meninggal Dunia

IMUNISASI DASAR

Posted by ReTRo on Monday, September 26, 2011

Dr. Suparyanto, M.Kes

IMUNISASI DASAR

1. PENGERTIAN IMUNISASI
  • Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpejan pada antigen yang serupa tidak akan terjadi penyakit (John, 2006).
  • Imunisasi adalah kekebalan tubuh. Imunisasi adalah proses pembentukan sistem kekebalan tubuh. Material imunisasi disebut immonugen. Immonugen adalah molekul antigen yang dapat merangsang kekebalan tubuh. Imunisasi diberikan pada anak-anak, dari masih bayi sampai menjelang usia dewasa, atau sekitar usia 15 tahun. 
  • Imunisasi sangat penting sebagai penunjang kesehatan bayi dan anak-anak. Imunisasi ada yang berbentuk serum yang disuntikkan pada bagian tubuh (biasanya bagian lengan atau bokong), dan ada juga yang berbentuk cairan yang diteteskan ke dalam mulut. Imunisasi pertama kali dilakukan oleh Edward Jenner, seorang dokter dari Inggris. Pertama kali dibuat dalam bentuk suntikan yang digunakan untuk kekebalan tubuh. Saat itu Jenner termotivasi adanya penyebaran virus cacar yang mematikan di Inggris. (Abraham, 2008).

2. TUJUAN IMUNISASI
  • Program imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian serta dapat menguragi kecacatan akibat dari penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi. (Aziz Alimul, 2006).

3. JENIS-JENIS IMUNISASI
  • Ada dua jenis kekebalan yang bekerja pada tubuh bayi atau anak (imunisasi) :
a. Imunisasi aktif (active immunization)
  • Imunisasi aktif adalah kekebalan yang dibuat sendiri oleh tubuh untuk menolak terhadap suatu penyakit tertentu.
  1. Imunisasi aktif alamiah: adalah dimana kekebalan akan dibuat sendiri oleh tubuh setelah mengalami atau sembuh dari suatu penyakit, misalnya campak, jika pernah sakit campak, maka tidak akan terserang kembali.
  2. Imunisasi aktif buatan: adalah dimana kekebalan dibuat oleh tubuh setelah mendapat vaksin yaitu hepatitis B, BCG, DPT/Hep B kombo, dan polio.

b.Imunisasi pasif (passive immunization)
  • Imunisasi pasif adalah tubuh anak tidak membuat zat antibody sendiri tetapi kekebalan tersebut diperoleh dari luar setelah memperoleh zat penolakan, sehingga prosesnya cepat tetapi tidak bertahan lama karena akan di metabolisme oleh tubuh (John, 2006).
  • Imunisasi pasif dibagi menjadi dua macam:
  1. Imunisasi pasif alamiah atau bawaan, yaitu terdapat pada bayi baru lahir sampai berumur 5 bulan. Bayi mendapatkan zat antibody dari ibu sewaktu didalam kandungan, yaitu melalui jalan darah menembus plasenta, yaitu campak (Endif, 2007).
  2. Imunisasi pasif buatan, yaitu dimana kekebalan ini diperoleh setelah mendapatkan suntikan zat penolakan, misalnya ATS (Endif, 2007).

4. PENYAKIT-PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN VAKSIN PPI
  • Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin program pengembangan imunisasi (PPI) adalah Hepatitis B, Tuberculosis, Dipteri, Tetanus, Batuk rejan (pertusis), Polio dan Campak (measles) (Endif, 2007).

5. JENIS-JENIS VAKSIN
  • Jenis vaksin yang digunakan di Indonesia banyak macamnya akan tetapi pada dasarnya vaksin dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
a. Vaksin live attenuated (bakteri atau virus hidup yang dilemahkan)
  • Vaksin live attenuated diproduksi dengan cara melakukan modifikasi virus atau bakteri penyebab penyakit di laboratorium.
  • Mikroorganisme vaksin yang dihasilkan masih memiliki kemampuan untuk tumbuh (replikasi) dan menimbulkan kekebalan tetapi tidak menyebabkan penyakit.
  • Vaksin live attenuated bersifat labil dan dapat mengalami kerusakan bila kena panas dan sinar, maka harus dilakukan pegelolaan dan penyimpanan dengan baik dan hati-hati.
  • Vaksin live attenuated yang tersedia saat ini adalah :
  1. Vaksin yang berasal dari virus hidup. Contoh : vaksin campak, gondong, rubella, polio OPV (Oral Pholio Vaksin), demam kuning.
  2. Vaksin yang berasal dari bakteri. Contoh : BCG dan demam tifoid oral.

b.Vaksin inactivated
  • Vaksin inactivated dihasilkan dengan cara membiakkan bakteri atau virus dalam media pembiakan, kemudian dibuat tidak aktif (inactivated) dengan pemanasan atau bahan kimia (biasanya formalin).
  • Karena vaksin inactivated tidak hidup dan tidak dapat reflikasi maka seluruh dosis antigen yang dibutuhkan dimasukkan dalam suntikan. Vaksin ini tidak dapat menyebabkan penyakit (walaupun pada orang dengan defisiensi imun) dan tidak dapat mengalami mutasi menjadi bentuk patogenik.
  • Vaksin inactivated yang tersedia saat ini berasal dari :
  1. Seluruh sel virus inactivated, contoh : influenza, polio IPV (Injectable/inactivated Polio Vaksin), rabies, hepatitis A.
  2. Seluruh bakteri inactivated, contoh : pertusis, tifoid, kolera.
  3. Vaksin fraksional yang masuk sub unit, contoh : hepatitis B, influenza, pertusis aceluler, tifoid vi.
  4. Toksoid, contoh : difteri, tetanus
  5. Polisakarida murni, contoh: pnemokokus, meningokokus, haemophilus influenza tipe B.
  6. Gabungan polisakarida (haemophilus influenza tipe B dan pnemokokus).

c.Rekombinan (rekayasa genetika) : hepatitis B.
  • Vaksin hepatitis B rekombinan adalah vaksin virus recombinant yang telah diinaktivasikan dan bersifat non-infeksius, berasal dari HbsAg yang dihasilkan dalam sel ragi (hansenula olymorpha) menggunakan teknologi DNA recombinan (Wirawan, 2007).

6. JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI DASAR
  • 0 – 7 hari : HB 0
  • 1 Bulan : BCG, Polio 1
  • 2 bulan : DPT/HB 1, Polio 2
  • 3 Bulan : DPT/HB 2, Polio 3
  • 4 Bulan : DPT/HB 3, Polio 4
  • 9 Bulan : Campak (Kementrian Kesehatan RI, 2011)

Tabel 2.1 Rekomendasi untuk vaksin yang terlambat

Vaksin Rekomendasi bila terlambat

BCG
  1. Usia kurang dari 12 bulan boleh diberikan kapan saja
  2. Usia lebih dari 12 bulan imunisasi kapan saja dengan dosis vaksin 0,1 ml im
DPT
  1. Berikan pada anak ≥ 7 tahun bila vaksin tersedia
  2. Bila terlambat, jangan mengulang pemberian dari awal, tetapi lanjutkan dan lengkapi imunisasi seperti jadwal, tidak peduli jarak waktu atau interval keterlambatan dari pemberian sebelumnya
  3. Bila belum pernah imunisasi dasar pada usia kurang dari 12 bulan, imunisasi diberikan sesuai imunisasi dasar baik jumlah maupun intervalnya
  4. Bila pemberian ke-4 sebelum ulang tahun ke-4, maka pemberian ke-5 secepatnya 6 bulan sesudahnya
  5. Bila pemberian ke-4 setelah umur empat tahun, maka pemberian ke-5 tidak perlu lagi
Polio Oral
  • Bila terlambat jangan mengulang pemberian dari awal, tetapi lanjutkan dan lengkapi imunisasi seperti jadwal. Tidak peduli berapun jarak waktu atau intervalnya keterlambatan dari pemberian sebelumnya
Campak
  1. Usia antara 9-12 tahun diberikan saat ada di Posyandu
  2. Usia anak 1 tahun atau lebih berikan MMR
MMR
  • Bila sampai umur 12 bulan belum mendapatkan vaksin campak, MMR bisa diberikan kapan saja setelah berumur 1 tahun
Hipatitis B
  1. Bila terlambat jangan pemberian dari awal, tetapi lanjutkan dan lengkapi imunisasi seperti jadwal, tidak peduli berapun jarak waktu atau interval dari pemberian sebelumnya
  2. Anak dan remaja yang belum pernah imunisasi Hepatitis B pada masa bayi, bisa mendapatkan serial imunisasi Hepatitis B kapan saja saat berkunjung. Sumber : Sastrawan, 2007


DAFTAR PUSTAKA
  1. Azwar. 2007. Sikap Manusia. Jakarta: ISBN
  2. Abraham. 2008. Kesehatan ibu Dan Anak. Jakarta: PT Rineka Cipta
  3. Alimul. 2006. Ilmu Keperawatana anak. Jakarta: Salemba Medika
  4. Dinkes Jombang. 2011. Data Cakupan Imunisasi. Jombang: Dinas Kesehatan
  5. Dagun. 2008. Psikologi Keluarga. Jakarta EGC
  6. Desmita. 2006. Psikologi Perkembangan. Bandung: Rosda Karya
  7. Endife. 2007. Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC
  8. Effendy, 2006. Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC
  9. Fachri Umar. 2009. Program Imunisasi di Indonesia. http//www.info sehat.com.akses 12 Mei 2011
  10. Friedman. 2006. Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC
  11. John. 2006. Dampak Tlidak diberi Imunisasi. http//www. cyber. net.com. akses 12 Maret 2011
  12. Hidayat. 2009. Metodelogi Analisis Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika
  13. Grifford. 2008. Keperawan Anak. Jakarta: EGC
  14. Nazir Moh. 2005. Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia
  15. Notoatmodjo.2005. Promosi kesehatan Masyarakat. PT Rineka Cipta. Jakarta
  16. Notoatmodjo.2007. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. PT Rineka Cipta. Jakarta.
  17. Nursalam 2008. Metodelogi Riset Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta.
  18. Nursalam 2003. Metodelogi Riset Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta.
  19. Purwodarminto. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Pelajar Offset
  20. Rulina. 2009. Jenis Imunisasi. http//www. intra media. com. Akses 22 Mei 2011
  21. Syaifudin. 2008. Sikap Manusia. Bandung: ISBN
  22. Wiliem, 2009. Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Imunisasi. http//www. info.anak.com akses 22 Mei 2011
  23. Wirawan. 2007. Imunisasi Dasar. http//www. anak sehat. com. akses 22 Juni 2011
More aboutIMUNISASI DASAR

Ketika ANJING DI HEMBUS OLEH ANGIN KENCANG

Posted by ReTRo

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Quote:
Mau Liat gan, Kalo Anjing DI HEMBUS AMA ANGIN KENCENG

[quote]
Spoiler for Lucu Gan:















sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8197180
More aboutKetika ANJING DI HEMBUS OLEH ANGIN KENCANG

(Foto) Bom Bunuh Diri di Solo

Posted by ReTRo

Ledakan bom yang meledak di Gereja Bethel Injil Sepuluh, Kepunton, Solo, Jateng, Minggu (25/9) mengegerkan Kota Solo. Sebanyak 20 orang korban luka-luka akibat ledakan itu.

Bom Bunuh Diri di Solo
Nampak seorang korban yang tergelatak di pintu masuk Gereja yang diperkirakan pelaku.


Bom Bunuh Diri di Solo
Polisi masih melakukan identifikasi pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Pelaku tidak meninggalkan identitas yang bisa dikenali.

Bom Bunuh Diri di Solo
Polisi menjaga ketat lokasi kejadian.

Bom Bunuh Diri di Solo
Warga Solo nampak tumpah ruah disekitar ledakan.
Bom Bunuh Diri di Solo
Beberapa mobil ambulan dikerahkan untuk mengevakusi korban.

sumber detik.com
sumber :http://melorot.blogspot.com/2011/09/foto-bom-bunuh-diri-di-solo.html
More about(Foto) Bom Bunuh Diri di Solo